Kapolri Bongkar Strategi Pemerintah Dalam Hadapi Konflik Global
Presiden Prabowo Subianto, kata dia, sudah mengumpulkan semua elit pemerintah, dan tokoh-tokoh untuk menyampaikan bahwa Indonesia harus turut aktif dalam melaksanakan politik bebas aktif (nonblok) dalam rangka menjaga perdamaian dunia.
"Tentunya pemerintah berusaha keras untuk menyikapi agar peristiwa atau konflik tersebut bisa segera diakhiri," tutur Sigit, Rabu, 11 Maret 2026.
Sigit mengatakan, masuknya Indonesia dalam Board of Peace (BoP) sebagai salah satu upaya Pemerintah Indonesia dalam membantu mengatasi konflik global tersebut, meskipun putusan itu dipertanyakan sejumlah pihak.
Menurut dia, di saat lembaga-lembaga besar yang selama ini bertugas untuk menjaga perdamaian tidak didengar oleh Amerika Serikat, melalui keanggotaan Indonesia di Boar of Peace menjadi kesempatan bagi Presiden Prabowo untuk menyuarakan perdamaian.
"Mau tidak mau Bapak Presiden mencoba untuk masuk BoP sehingga tetap masih ada kesempatan untuk bicara tentang perdamaian di Timur Tengah, dan ini sedang beliau lakukan," ujarnya.
Tidak hanya itu, kata dia, Presiden Prabowo juga berusaha menjaga agar ekonomi Indonesia tetap terlindungi dari dampak situasi global, seperti perang tarif Presiden Trump yang berhasil diturunkan berkat diplomasi yang dilakukan oleh kepala negara.
"Alhamdulillah, berkat diplomasi yang dilaksanakan oleh Bapak Presiden pada saat ini, dari angka tarif 32 persen untuk impor Indonesia ke Amerika bisa diturunkan menjadi 19 persen," katanya.
Bahkan, lanjut dia, Mahkamah Agung Amerika Serikat yang memutuskan untuk angka impor negara-negara sebesar 15 persen, tapi putusan ini masih terdapat perdebatan antara Trump dengan parlemennya.
Sigit menekankan bahwa upaya ini yang dilakukan Presiden Prabowo Subianto untuk terus melakukan diplomasi di bidang perdagangan. Di satu sisi Indonesia diberikan tarif impor 0 persen untuk jenis-jenis komoditas tertentu, jenis-jenis produk tertentu seperti sepatu, meubel, dan tekstil serta chip semikonduktor.
"Sehingga di satu sisi ini tentunya memberikan ruang untuk industri yang ada di Indonesia untuk tetap terus bisa melakukan produksi," ujar Sigit.
Dia menyebut, tarif 0 persen juga berlaku untuk lebih dari 1.800 komoditas di Indonesia.
Sigit menambahkan diplomasi perdagangan ini menjadi upaya pemerintah untuk menjaga agar ekonomi di Indonesia tetap berjalan, perekonomian tetap bertumbuh dan lapangan pekerjaan bertambah.
"Presiden juga mendorong berbagai macam program baik itu Astacita, program terbaik cepat maupun program-program prioritas nasional yang diharapkan tentunya program-program ini bisa menggerekkan perekonomian, bisa membuka lapangan pekerjaan baru," kata Sigit. (Ant)