Masjid Agung Berau Buka Pendaftaran Pasar Ramadhan, Ini Harga Lapak dan Fasilitasnya

Masjid Agung Baitul Hikmah di Berau, Provinsi Kalimantan Timur, akan kembali membuka Pasar Ramadhan untuk bulan puasa tahun ini.
Menjelang bulan suci, Masjid Agung Baitul Hikmah mulai membuka pendaftaran untuk Pasar Ramadhan yang rutin digelar setiap tahun di halaman masjid.
Program ini ditujukan khusus bagi pelaku UMKM dan pedagang kaki lima (PKL) yang ingin berjualan selama bulan Ramadan.
Pendaftaran sendiri diumumkan secara luas melalui media sosial resmi masjid dan radio Masjid Agung.
Kafrawi, Ketua Pengurus Masjid Agung Baitul Hikmah mengatakan, sudah banyak pelaku UMKM yang telah mendaftar hingga pekan ini.
“Iya sudah dibuka, dan hanya tersisa untuk pedagang kaki lima (pkl),” jelasnya, dilansir dari Tribun, Selasa (3/2/2026).
Fasilitas, harga, dan syarat
Terdapat berbagai fasilitas yang disediakan di Pasar Ramadhan Masjid Agung Berau nantinya. Antara lain 15 tenda tunggal, 42 tenda meja, dan 71 lapak PKL.
Harga sewa pun sudah ditentukan, yakni Rp 2,5 juta untuk tenda tunggal, Rp 1,25 juta untuk tenda meja, dan Rp 500 ribu untuk lapak PKL selama Ramadhan.
Harga sewa tersebut sudah termasuk asuransi melalui BPJS Ketenagakerjaan untuk melindungi para pelaku UMKM selama berjualan.
“Kami juga memberikan asuransi, yang dapat diklaim. Pemberian ini berkaca pada kejadian 2 tahun lalu, salah satu pelaku UMKM mengalami kecelakaan saat berbelanja bahan jualannya. Jadi menghindari hal itu,” ungkapnya.
Pihak pengurus menargetkan pemasangan tenda sebelum tanggal 14 Ramadhan.
Selain itu, mereka juga akan menggelar pertemuan dengan para pelaku UMKM dan PKL bersama Dinas Kesehatan, khususnya untuk membahas kelayakan pangan.
“Biasanya ada pemeriksaan pangan saat 10 hari puasa. Kami inginnya tidak selama itu,” ungkapnya.
Jam operasional para pedagang sendiri akan dimulai pukul 14.00 hingga menjelang waktu Maghrib.
Kafrawi mengingatkan pedagang agar tetap menjaga kebersihan masing-masing tenda.
“Sebelum Maghrib harus sudah selesai. Mereka harus mengikuti etika bulan Ramadhan. Karena lokasinya juga di masjid jadi sensitif sekali, termasuk soal kebersihan,” tutupnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang