Benarkah Bumi Akan Kehilangan Gravitasi Selama 7 Detik pada 12 Agustus 2026?

12 Agustus 2026, Bumi, gravitasi, Benarkah Bumi Akan Kehilangan Gravitasi Selama 7 Detik pada 12 Agustus 2026?

Sebuah klaim Bumi akan kehilangan gravitasi selama tujuh detik, viral di media sosial dan menyebar dengan cepat di TikTok, X, dan Instagram.

Salah satu yang membagikan adalah akun Instagram @shradhavashisth.

"On August 12, 2026, the world will lose gravity for 7 seconds. NASA knows. They’re preparing but won’t tell us why (Pada 12 Agustus 2026, Bumi akan kehilangan gravitasi selama 7 detik. NASA tahu hal ini. Mereka tengah bersiap tapi tidak akan memberi tahu kita)", tulisnya pada Sabtu (3/1/2026).

Dilansir dari International Business Times UK, Jumat (9/1/2026), cerita ini bermula dari seorang pengguna bernama fiery_by_nature yang mengunggah video dengan klaim bahwa Bumi untuk sementara akan kehilangan gravitasi.

Menurut video tersebut, peristiwa itu disebut akan terjadi pada 12 Agustus 2026 dan berlangsung selama tujuh detik. Kreator video itu menuduh NASA sudah mengetahui peristiwa tersebut dan diam-diam sedang bersiap menghadapinya.

Video tersebut memperkenalkan sebuah inisiatif yang disebut “Project Anchor”.

Proyek ini diklaim memiliki anggaran sebesar £65,9 miliar (sekitar 89 miliar dollar Amerika) dan dirancang untuk mempersiapkan Bumi menghadapi gangguan gravitasi singkat.

Namun, tidak ada dokumen, sumber, atau bukti apa pun yang disertakan untuk mendukung klaim tersebut.

Rincian yang sangat spesifik membuat video tersebut cepat menarik perhatian. Adanya tanggal yang pasti, nama proyek, dan angka anggaran yang besar, membuat klaim itu tampak meyakinkan bagi sebagian warganet.

Seiring penyebarannya, video ini memicu diskusi luas di TikTok, X, dan platform lainnya. Banyak unggahan mengulang narasi yang sama.

“Tujuh detik. Satu planet. Nol gravitasi,” demikian bunyi salah satu keterangan yang banyak dibagikan.

Inti dari rumor ini adalah tudingan bahwa NASA menyembunyikan informasi dari publik, dengan narasi bahwa sikap diam lembaga tersebut dianggap sebagai bukti kerahasiaan, bukan ketiadaan bukti.

Catatan komunitas di X

Seiring klaim ini mendapat perhatian, para pengguna di X menambahkan community notes pada unggahan viral terkait.

Catatan tersebut secara tegas menyebutkan bahwa cerita ini adalah hoaks yang berasal dari rumor media sosial yang tidak terverifikasi. Mereka juga menegaskan bahwa tidak ada proyek NASA bernama Project Anchor.

Catatan itu turut menjelaskan sisi ilmiah klaim tersebut, bahwa gravitasi Bumi dihasilkan oleh massanya dan tidak bisa “dimatikan” atau dijeda.

Intinya, tidak ada mekanisme yang diketahui secara ilmiah yang memungkinkan gravitasi menghilang sementara.

Hingga kini, juga tidak ada konfirmasi dari NASA mengenai peristiwa terkait gravitasi.

Tidak ditemukan siaran pers, makalah penelitian, maupun catatan anggaran yang merujuk pada “Project Anchor”. 

NASA pun tidak mengeluarkan pernyataan yang mengonfirmasi maupun membantah klaim tersebut.

Rumor ini juga mendorong sejumlah pengguna di X untuk bertanya kepada Grok AI mengenai skenario tersebut.

Salah satu pertanyaan berbunyi, “Apa yang akan terjadi jika Bumi kehilangan gravitasi selama tujuh detik?”

Dan jawaban yang diberikan bersifat hipotetis, bukan menggambarkan peristiwa nyata.

“Itu adalah hoaks viral. NASA tidak pernah mengatakan apa pun tentang Bumi kehilangan gravitasi,” jawab Grok.

AI tersebut menambahkan bahwa jika gravitasi berhenti sejenak, manusia akan merasakan kondisi tanpa bobot dan benda-benda lepas mungkin akan melayang sebentar sebelum jatuh kembali. Grok menambahkan, dalam situasi itu pada dasarnya manusia masih “dapat bertahan”.

Bisakah gravitasi hilang?

Dilansir dari The Economic Times (9/1/2026), gravitasi adalah gaya yang menjaga Bumi tetap stabil dan menopang kehidupan.

Gaya ini menahan atmosfer, lautan, daratan, serta seluruh makhluk hidup agar tetap berada di planet ini. Tanpa gravitasi, udara dan air akan melayang ke luar angkasa, dan kehidupan tidak akan dapat bertahan.

Gravitasi berasal dari massa. Bumi memiliki gravitasi karena massanya.

Ilmuwan menyebut, Bumi tidak mungkin kehilangan gravitasi kecuali jika massanya berubah.

Selain itu, tidak ada proses yang diketahui yang dapat mematikan gravitasi selama beberapa detik lalu mengembalikannya lagi.

Ilmu fisika tidak mendukung adanya “saklar” gravitasi. Jadi, gravitasi Bumi tetap konstan.

Para ilmuwan menyatakan bahwa hilangnya gravitasi seperti yang digambarkan tersebut tidak mungkin terjadi menurut sains saat ini.

Namun, apa yang akan terjadi jika gravitasi benar-benar hilang?

Beberapa pembahasan menjelaskan sebuah teori. Jika gravitasi berhenti, kondisi tanpa bobot akan terjadi seketika.

Manusia dan benda-benda akan melayang, meski Bumi akan tetap berotasi. Selain itu, udara dan air akan mulai menjauh dari permukaan.

Setelah tujuh detik, ketika gravitasi kembali, dampak berbahaya bisa terjadi. Orang-orang akan jatuh. Air akan menghantam kembali permukaan dan memicu banjir besar.

Tekanan pada kerak Bumi juga berpotensi memicu gempa.

Para ilmuwan menegaskan bahwa skenario ini hanyalah latihan pemikiran dan tidak berarti peristiwa tersebut benar-benar dapat terjadi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang