BUMI Resmi Perkenalkan Logo Baru, Dorong Diversifikasi ke Sektor Mineral
PT Bumi Resources Tbk (BUMI) memperkenalkan identitas visual baru sebagai bagian dari langkah transformasi bisnis perusahaan. Perubahan logo ini menjadi simbol arah baru perusahaan yang mulai memperluas portofolio bisnis di luar komoditas batu bara.
Peluncuran logo baru tersebut diumumkan dalam konferensi pers yang digelar di Plaza Senayan, Jakarta, pada Kamis, 12 Maret 2026. Manajemen perusahaan menyebut pergantian identitas ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi perusahaan di industri sumber daya alam yang semakin dinamis.
Chief Corporate Affairs Officer BUMI, Christopher Fong, mengatakan perubahan identitas tersebut mencerminkan fase baru perusahaan di tengah upaya diversifikasi bisnis. Menurutnya, transformasi ini dilakukan seiring dengan langkah perseroan memperluas fokus bisnis ke berbagai komoditas mineral bernilai tinggi.
“Ini adalah saat yang sangat penting bagi Bumi. Kita sedang bertransformasi. Kami mulai bergerak melampaui batu bara (thermal coal)," kata Christopher dalam konferensi pers peluncuran logo baru PT Bumi Resources Tbk di Plaza Senayan, Kamis.
"Kami tidak meninggalkan batu bara, tetapi kami mendiversifikasi fokus kami ke sektor lain,” sambungnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, BUMI mulai meningkatkan investasi di sektor mineral seperti emas, tembaga, dan bauksit. Langkah tersebut dinilai sebagai strategi untuk mengurangi ketergantungan pada batu bara sekaligus memperkuat daya saing perusahaan di pasar global yang semakin kompetitif.
Manajemen perusahaan menyebut diversifikasi portofolio ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk mengembangkan BUMI sebagai perusahaan sumber daya alam yang lebih beragam. Melalui ekspansi ke komoditas mineral strategis, perusahaan berharap dapat menciptakan pertumbuhan bisnis yang lebih berkelanjutan.
“Peluncuran ini menandai tonggak penting dalam perjalanan transformasi Perseroan menuju perusahaan sumber daya alam yang semakin terdiversifikasi dan berdaya saing global,” ujarnya.
Selain menandai arah bisnis baru, desain logo terbaru BUMI juga memiliki filosofi tertentu yang mencerminkan hubungan perusahaan dengan alam dan pengelolaan sumber daya.
Christopher menjelaskan bahwa elemen desain logo tersebut terinspirasi dari garis kontur topografi. Unsur tersebut menggambarkan kedekatan perusahaan dengan alam sekaligus tanggung jawab dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan.
“Desain logo baru ini terinspirasi dari garis kontur topografi yang melambangkan hubungan erat Perseroan dengan alam serta tanggung jawab dalam pengelolaan sumber daya alam,” katanya.
Sementara itu, elemen garis berwarna hijau pada logo disebut melambangkan semangat pembaruan serta komitmen perusahaan terhadap keberlanjutan. Tipografi yang digunakan dalam logo baru juga dirancang dengan gaya modern untuk mencerminkan ambisi global perusahaan di masa depan.
Manajemen BUMI menambahkan bahwa implementasi identitas visual baru ini akan dilakukan secara bertahap sepanjang tahun 2026. Perubahan tersebut akan diterapkan pada berbagai materi komunikasi perusahaan, termasuk dokumen resmi, platform digital, hingga fasilitas operasional.
Meski melakukan perubahan pada identitas visual perusahaan, BUMI memastikan tidak ada perubahan pada struktur korporasi maupun status hukum perusahaan. Kode saham perseroan di Bursa Efek Indonesia juga tetap menggunakan kode BUMI seperti sebelumnya.