Cara Seru Belajar Hidup Berkelanjutan Lewat Musik dan Olahraga
Hidup berkelanjutan kini bukan lagi sekadar jargon. Dari cara kita berolahraga, makan, hingga memilih hiburan, semuanya mulai bergeser ke arah yang lebih sadar lingkungan. Generasi muda kini mencari kegiatan yang bukan cuma menyenangkan, tapi juga bermakna tapi juga sesuatu yang bisa bikin tubuh bugar dan bumi lega napas.
Tren inilah yang melahirkan fenomena baru yakni green festival. Bukan sekadar ajang musik atau olahraga, tapi tempat orang bisa belajar, bergerak, dan berkontribusi untuk bumi dalam satu ruang yang penuh energi positif.
Di sinilah gaya hidup ramah lingkungan berubah dari wacana menjadi pengalaman nyata lewat sport, wellness, hingga workshop kreatif yang membuat kita sadar bahwa 'menjaga bumi' bisa semenyenangkan itu.
Ketika Festival Jadi Gerakan
Salah satu festival yang sukses menggabungkan semangat ini adalah Langkah Membumi Ecoground 2025, program tahunan yang digagas oleh Blibli Tiket Action, payung program ESG dari ekosistem Blibli Tiket (Blibli, tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma). Mengusung tema CollaborAction for the Earth, festival ini mengajak masyarakat untuk melihat bahwa perubahan besar bisa dimulai dari hal kecil bahkan dari langkah kaki kita sendiri.
Digelar di Taman Hutan Kota PERURI, Jakarta, pada 8–9 November 2025, Ecoground menghadirkan pengalaman yang memadukan olahraga, wellness, edukasi, dan musik dalam satu ruang hijau yang penuh kehidupan. Seluruh kegiatan dirancang dengan prinsip keberlanjutan yakni menggunakan energi terbarukan, alat makan ramah lingkungan, hingga stasiun pengisian air minum tanpa plastik sekali pakai.
Tampilan microsite Langkah Membumi Ecoground
Olahraga Sekaligus Selamatkan Bumi
Zona Eco Motion menjadi salah satu daya tarik utama festival ini. Di sini, pengunjung bisa ikut berbagai kelas olahraga mulai dari yoga, zumba, hingga eco-run yang bebas sampah plastik.
Riset Populix mencatat, 94 persen masyarakat Indonesia berolahraga setidaknya sekali seminggu, dan 18% aktif di komunitas olahraga. Fakta itu membuktikan bahwa aktivitas fisik kini sudah menjadi social currency baru, cara untuk terkoneksi dan berbagi nilai yang positif.
Nah, Ecoground membawa tren itu lebih jauh, yang mana setiap aktivitas peserta dikonversi menjadi aksi nyata.
“Setiap langkah dan aktivitas pengunjung memiliki arti, karena satu kontribusi berarti satu pohon mangrove yang ditanam untuk bumi,” ujar COO & Co-Founder Blibli, Lisa Widodo dalam keterangannya, Kamis 6 November 2025.
Ia menegaskan bahwa Ecoground bukan sekadar festival, tapi ruang kolaborasi lintas sektor yang menghadirkan praktical skills dan edukasi yang benar-benar bisa diterapkan.
Kelas Seru di Eco Labs & Eco Market
Tak semua orang suka bergerak cepat. Untuk mereka yang lebih menikmati kegiatan santai tapi produktif, zona Eco Labs dan Eco Market menawarkan pengalaman berbeda.
Di sini, pengunjung bisa ikut berbagai workshop seperti membuat lilin aromaterapi dari bahan daur ulang, menanam microgreens di rumah, atau membuat tas belanja dari kain perca. Lantaran antusiasmenya luar biasa, tahun ini panitia bahkan menambah jumlah kelas workshop hingga tiga kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Sementara di Eco Market, para pengunjung bisa menemukan produk lokal yang eco-friendly yakni sabun organik, pakaian berbahan daur ulang, hingga makanan sehat dari petani lokal. Kombinasi ini menjadikan Ecoground bukan cuma tempat belajar, tapi juga wadah untuk menemukan inspirasi gaya hidup hijau yang bisa diterapkan sehari-hari.
Cinta Laura dan Spirit “Act of Love”
Nama Cinta Laura kembali hadir sebagai Changemaker Partner dalam Ecoground 2025. Melalui gerakan Act of Love, ia berkeliling ke tiga universitas di Jabodetabek yakni Universitas Multimedia Nusantara, President University, dan Universitas Indonesia, dirinya mengajak mahasiswa untuk peduli pada diri sendiri, sesama, dan bumi.
"Gerakan lingkungan bagi saya selalu berawal dari rasa cinta. Cinta pada diri sendiri, sesama, dan bumi tempat kita hidup. Melalui Langkah Membumi Ecoground, kita belajar bahwa keberlanjutan bukan hal yang jauh atau rumit, tetapi bisa dimulai dari hal-hal sederhana yang kita cintai seperti berolahraga, berkreasi, dan peduli," kata dia.
Pesan Cinta ini menggambarkan arah baru gaya hidup hijau, bukan karena kewajiban, tapi karena cinta dan empati yang mendorong aksi nyata.
Teknologi Pun Bisa Hijau
Konsep keberlanjutan di festival ini juga didukung oleh berbagai mitra strategis, termasuk Samsung Indonesia. Mereka membawa semangat Galaxy for the Planet, program yang sejak 2022 menggunakan Ocean Bound Plastic, limbah plastik laut yang diubah menjadi komponen perangkat teknologi.
"Partisipasi kami dalam Langkah Membumi Ecoground merupakan wujud nyata komitmen keberlanjutan kepada masyarakat Indonesia,"kata Head of Marketing & Demand Generation Samsung Indonesia, Andi Airin.
Dengan inovasi ini, Ecoground menunjukkan bahwa teknologi dan keberlanjutan bisa berjalan beriringan.
Fun Tanpa Rasa Bersalah
Festival ini juga tak lupa menghadirkan hiburan seru yakni konser musik dari Sal Priadi dan Adrian Khalif di Eco Stage. Selain itu ada hal yang menarik dalam acara ini, setiap tiket senilai Rp50.000 tidak hanya memberikan akses ke acara, tapi juga donasi satu bibit mangrove untuk bumi.
Semua aktivitas festival diukur menggunakan standar ISO 14040/44 oleh Life Cycle Indonesia agar dampaknya terhadap lingkungan benar-benar terukur dan bertanggung jawab. Dengan begitu, bersenang-senang di festival ini benar-benar bisa disebut guilt-free fun.