Viral! Dapur MBG di Lengkong Bandung Disegel Warga, Timbulkan Bau Tak Sedap
Sebuah dapur yang digunakan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jalan Kinanti, Kelurahan Turangga, Kecamatan Lengkong, Kota Bandung, Jawa Barat mendadak menjadi sorotan publik. Pasalnya, dapur tersebut disegel oleh warga lantaran dianggap mengganggu kenyamanan sekitar.
Fasilitas yang dikelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ini baru beroperasi beberapa hari, namun warga menilai aktivitasnya menimbulkan persoalan serius. Selain beroperasi selama 24 jam, keberadaan dapur itu disebut menimbulkan bau menyengat akibat limbah yang tidak terkelola dengan baik.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Kecamatan Lengkong, Agus, mengungkapkan penyegelan dilakukan karena bau limbah dari dapur semakin meresahkan warga.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah. (Ilustrasi)
“Setahu saya dari hasil kemarin itu ternyata ada limbah yang ternyata mengganggu warga kemudian juga dari hasil penjelasan pihak dapur itu IPAL nya belum ada, baru ada, resapan saja di limbah itu dibuang di resapan,” ujar Agus, Kamis (18/9/2025).
Agus menambahkan, tumpukan sampah yang tidak segera diangkut membuat aroma tak sedap menyebar ke pemukiman padat penduduk.
“Kemudian juga kalau saya lihat dari foto-fotonya memang, si sampah itu tidak langsung diangkut. Nah itu yang menyebabkan protes warga,” ucapnya.
Sejak awal, kata Agus, warga sudah menolak perubahan fungsi bangunan tersebut menjadi dapur MBG. Terlebih, pihak pengelola disebut tidak pernah melakukan sosialisasi atau meminta izin kepada warga sekitar.
“Setahu saya tidak ada nih pemberitahuan atau apa-apa. Dan dari hasil penjelasan juga, dari pihak dapur ini, mereka belum ada sosialisasi secara lengkap mengundang warga, kemudian menyampaikan maksud dan tujuannya, begitu,” tuturnya.
Sebelumnya, warga sempat menyampaikan keluhan ke Polsek Lengkong dan dilakukan mediasi pada 14 Oktober 2025. Namun dapur MBG tetap beroperasi hingga akhirnya disegel warga.
Kini, aktivitas dapur berhenti sementara. Pihak kepolisian pun menyarankan agar pengelola mencari lokasi baru yang lebih sesuai.
“Setelah pihak dapur MBG itu di segel kemudian aktivitas dapur juga sudah berhenti diarahkan oleh kapolsek ini untuk mencari lokasi baru sehubungan program makanan bergizi harus jalan terus,” jelas Agus.
Meski begitu, hingga kini belum ada keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kelanjutan dapur tersebut.
“Pihak dapur dan yayasan belum bisa mengambil langkah karena menunggu dari pihak BGN sampai kemarin itu belum ada walaupun surat sudah dilayangkan ke BGN, tapi jawaban dari BGN belum ada,” beber Agus.
Agus berharap, kejadian dapur MBG disegel warga ini bisa menjadi pelajaran bagi pihak manapun yang hendak membuka usaha atau fasilitas di kawasan padat penduduk agar mengedepankan komunikasi dengan warga.
“Biasanya nih suka diadakan sosialisasi terlebih dahulu sebelum dilaksanakan aktivitas pengolahan makanan nah, sosialisasi ini biasanya berbentuk dikumpulkan nih warga di sekitar kemudian disampaikan maksud dan tujuan supaya warga jelas sehingga kalau ada di kemudian hari terjadi permasalahan ini tidak terlalu terjadi gejolak seperti ini begitu saja,” pungkasnya. (Cepi Kurnia/tvOne/Bandung)