Buruh Bakal Demo Besar-besaran Tolak UMP DKI, Rano Karno: Mari Duduk Bersama
Ribuan buruh akan menggelar aksi demonstrasi menolak penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta yakni Rp5,7 juta pada 29-30 Desember 2025.
Merespons hal tersebut, Wakil Gubernur atau Wagub DKI Jakarta, Rano Karno mengatakan ada mekanisme lain yang bisa ditempuh jika merasa tidak puas dengan penetapan UMP DKI.
“Kalaupun Pak Gubernur sudah mengeluarkan Pergub itu melalui proses panjang, apakah nanti kawan-kawan buruh akan demo atau protes, itu kembali kepada hak. Ada mekanismenya, bisa PTUN, itu mekanisme biasa. Marilah kita duduk bersama,” kata Rano Karno kepada wartawan di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu, 28 Desember 2025.
Rano Karno lantas menjelaskan, penetapan UMP DKI Jakarta tidak dilakukan secara sepihak. Melainkan atas keputusan bersama dari Dewan Pengupahan.
“UMP itu kan keputusan dari dewan pengupahan, dewan pengupahan itu terdiri dari tiga partit di situ ada pemerintah daerah, ada buruh dan ada pengusaha,” tutur dia.
Sebelumnya diberitakan, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan menggelar aksi demonstrasi menolak penetapan upah minimum provinsi (UMP) DKI Jakarta pada 29-30 Desember 2025.
Presiden KSPI, Said Iqbal mengatakan aksi akan digelar di depan Istana Negara, Jakarta Pusat ataupun Gedung DPR/MPR RI.
Presiden Partai Buruh, Said Iqbal di Kompleks Istana Kepresidenan
“Aksi besar-besaran, ini aksi awalan, untuk aksi awalan besar-besaran serempak dua hari di Istana Negara dan atau DPR RI. Aksi serempak dua hari di Istana Negara dan atau DPR RI pada tanggal 29 Desember 2025 dan dilanjutkan tanggal 30 Desember 2025 di tempat yang sama,” ujar Said Iqbal dalam konferensi pers secara daring, dikutip Minggu, 28 Desember 2025.
Said Iqbal menuturkan, aksi akan diikuti oleh 1.000 buruh pada tanggal 29 Desember 2025. Kemudian, sebanyak 10.000 buruh ikut dalam aksi kedua pada 30 Desember 2025.
“Aksi akan diikuti ribuan buruh Jawa Barat, Banten, DKI karena yang lebih dekat ke istana. Untuk aksi tanggal 29 Desember diikuti 1.000 buruh karena sudah banyak yang libur, konsolidasi juga terlalu mepet akhirnya diputuskan 1.000 buruh akan aksi tanggal 29 desember di Istana Negara, titik kumpul Patung Kuda jam 10.00 WIB,” tutur Said.
“Untuk aksi 30 Desember diikuti minimal 10.000 buruh, aksi 30 Desember minimal 10.000 buruh di Istana Negara dengan titik kumpul di Patung Kuda jam 10.00 WIB,” sambung dia.