Aura Kasih Pasrah Kasih Pandangan Soal Pelakor: Ya Gimana, Perasaan Juga Dikasih Tuhan

Aura Kasih
Aura Kasih

 Nama Aura Kasih kembali ramai diperbincangkan seiring mencuatnya dugaan hubungan terlarang antara dirinya dan mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil. Sejak isu tersebut beredar luas, penyanyi sekaligus aktris ini menjadi sasaran komentar pedas warganet di berbagai platform media sosial.

Sejumlah cerita lama pun kembali menyeruak ke permukaan. Mulai dari kabar liburan bersama ke Italia dan New York, Amerika Serikat, hingga isu menginap di kawasan glamping di Jawa Barat. Meski demikian, dugaan-dugaan tersebut sejauh ini belum pernah dikonfirmasi secara langsung oleh Aura Kasih. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!

Berbeda dengan Ridwan Kamil yang telah memberikan pernyataan setelah digugat cerai oleh sang istri, Atalia Praratya, Aura Kasih memilih mengambil jarak dari sorotan publik. Pelantun lagu Mari Bercinta itu tampak membatasi interaksi dengan menutup kolom komentar di akun media sosialnya.

Di tengah sikap bungkam tersebut, warganet justru kembali menyoroti pernyataan lama Aura Kasih mengenai perempuan yang kerap dicap sebagai perebut suami orang atau pelakor. Pernyataan itu disampaikan ibu satu anak itu dalam sebuah podcast bersama Deddy Corbuzier pada 31 Oktober 2021.

Dalam perbincangan tersebut, Aura Kasih mengungkapkan pandangannya bahwa perempuan yang terlibat dengan pria beristri tidak selalu bisa langsung disalahkan secara mutlak.

"Ya salah sih ya," kata Aura Kasih dengan nada ragu, dikutip Sabtu 27 Desember 2025. 

"Tergantung, intention-nya apa?" ralat Aura Kasih.

Menurutnya, setiap perempuan memiliki latar belakang dan tujuan berbeda saat terjerat dalam hubungan terlarang. Aura Kasih menegaskan bahwa jika hubungan tersebut dilandasi motif materi, maka kesalahan tidak bisa ditoleransi.

"Misalkan nih, aku ketemu cowok sudah punya istri, kalau aku intention-nya cuma duit, ya salah besar," ujarnya.

Namun, ia memandang persoalan menjadi jauh lebih rumit ketika perasaan ikut terlibat. Aura Kasih menyebut bahwa manusia tidak selalu mampu mengendalikan emosi dan rasa cinta yang datang tanpa direncanakan.

"Tapi tiba-tiba aku ketemu orang, nyambung, eh udah punya bini, tapi kita nggak bisa menghindari perasaan itu, ya gimana, perasaan juga dikasih Tuhan," katanya.

Dari sudut pandangnya, label pelakor tidak selalu bisa dilekatkan secara hitam-putih. Ia menilai bahwa niat menjadi faktor penting dalam menilai kesalahan seseorang.

"Yup. Kalau intensinya cuma duit ya menurut aku salah banget," tegas Aura Kasih.

"Kalau ngomongin perasaan, kita nggak bisa stop itu, karena manusia dikasih perasaan, dikasih akal, mengalir aja," lanjutnya.

Tak berhenti di situ, Aura Kasih juga menyinggung soal sikap perempuan yang terlibat dengan pria beristri terhadap keluarga sang pria, khususnya istri sah. Ia menilai, dalam banyak kasus, jarang ada pihak ketiga yang tetap menghormati keberadaan istri pertama.

"Itu salah banget (kalau tujuannya duit), apalagi kalau si cowoknya sampai berubah sama istrinya, itu lebih salah lagi," kata Aura Kasih.

"Karena jarang pelakor itu baik sama istri pertama, misalkan cowoknya sama ceweknya nginep bareng, 'kamu harus pulang anak-anak kamu sekolah', jarang banget kayak gitu," lanjutnya.

Menurut Aura Kasih, jika ada perempuan yang masih mampu memikirkan kondisi keluarga pria tersebut, kemungkinan besar hubungan itu sudah melibatkan perasaan yang serius.

"Jadi kalau bener-bener ada yang kayak begitu, berarti udah cinta, ada," tutupnya.