Mengapa Gingerbread Cookies Selalu Hadir Saat Natal? Ini Sejarah dan Resepnya

kukis, gingerbread, gingerbread cookies, Mengapa Gingerbread Cookies Selalu Hadir Saat Natal? Ini Sejarah dan Resepnya

Menjelang Natal, gingerbread cookies hampir selalu hadir menghiasi meja makan dan hamper perayaan. Kue kering beraroma jahe ini biasanya diolah dan dibentuk menyerupai ikon khas Natal, mulai dari pohon cemara, boneka salju, bintang, hingga rusa Sinterklas.

Selain disajikan untuk menjamu tamu, kukis gingerbread Natal juga kerap dikemas cantik sebagai hamper Natal.

Keharumannya yang khas membuat gingerbread cookies identik dengan suasana hangat kebersamaan keluarga di akhir tahun.

Namun, tak banyak yang mengetahui bahwa kudapan ini memiliki sejarah panjang jauh sebelum Natal dikenal dunia.

Asal-usul Gingerbread Cookies Sejak Zaman Kuno

Dilansir dari The Spruce Eats, untuk menelusuri asal-usul gingerbread cookies, kita perlu kembali ke masa kejayaan Yunani dan Mesir kuno. Pada masa tersebut, bangsa kuno telah mengenal olahan berbahan jahe yang digunakan dalam berbagai ritual dan perayaan keagamaan.

Catatan sejarah menyebutkan, gingerbread cookies telah ada sekitar 2.400 tahun sebelum Masehi, jauh sebelum dunia mengenal perayaan kelahiran Isa Almasih.

Jahe kala itu dipandang sebagai rempah berharga karena khasiatnya yang menghangatkan tubuh dan dipercaya memiliki manfaat kesehatan.

Seiring berkembangnya jalur perdagangan, gingerbread cookies turut menyebar ke berbagai wilayah.

Pada abad ke-10, kudapan ini berkembang di China. Kemudian, pada abad ke-11, gingerbread cookies masuk ke Eropa ketika tentara Salib membawa rempah jahe dari Timur Tengah.

Di Eropa, gingerbread cookies dibuat dari campuran biji almond, tepung panir, air mawar, gula, dan jahe.

Adonan tersebut dicetak menggunakan cetakan khusus berbentuk raja, ratu, serta simbol-simbol religi, lalu diberi lapisan icing berwarna emas sebagai sentuhan akhir.

Transformasi Resep di Inggris dan Lahirnya Gingerbread Man

kukis, gingerbread, gingerbread cookies, Mengapa Gingerbread Cookies Selalu Hadir Saat Natal? Ini Sejarah dan Resepnya

ilustrasi gingerbread cookies di stoples.

Memasuki abad ke-16, gingerbread cookies mengalami perubahan besar di Inggris Raya. Masyarakat mengganti tepung panir dengan tepung terigu, menambahkan telur dan pemanis, sehingga menghasilkan tekstur yang lebih ringan dan cocok sebagai kudapan sehari-hari.

Pada masa inilah, gingerbread cookies berbentuk orang-orangan pertama kali dibuat dan didedikasikan untuk Ratu Elizabeth I.

Dari sini, bentuk gingerbread cookies semakin beragam dan menyesuaikan musim. Di musim dingin, kue jahe kering ini bisa berbentuk bunga, sementara di musim gugur berbentuk burung.

Di abad yang sama, Jerman turut menciptakan tradisi baru dengan memanggang gingerbread cookies berbentuk rumah atau kabin musim dingin, lengkap dengan cerobong asap dan hamparan salju putih dari icing.

Tradisi gingerbread house inilah yang kemudian membuat gingerbread cookies semakin lekat dengan perayaan Natal dan libur akhir tahun, yang selalu jatuh di musim dingin di Eropa.

Kini, gingerbread cookies Natal terus mengalami modifikasi.

Selain jahe, adonan kue kering jahe ini kerap diberi tambahan lada, kayu manis, gula aren, hingga cengkeh. Bentuknya pun semakin beragam, mulai dari gingerbread man, pohon cemara, bintang, hingga rusa Sinterklas.

Tak heran, gingerbread cookies tetap menjadi kudapan Natal favorit yang tak lekang oleh waktu, sekaligus simbol kehangatan dan kebersamaan keluarga.

Resep Kukis Gingerbread Natal

kukis, gingerbread, gingerbread cookies, Mengapa Gingerbread Cookies Selalu Hadir Saat Natal? Ini Sejarah dan Resepnya

Gingerbread lahir di kejayaan Yunani Kuno dan abadi hingga kini.

Dikutip dari buku “12 Resep Kue Natal Paling Favorit dan Populer”, berikut resep kukis gingerbread yang bisa dibuat di rumah.

Bahan-bahan:

  • 300 gram tepung terigu rendah atau sedang
  • 170 gram margarin
  • 100 gram gula palem
  • 200 gram gula pasir
  • ¼ sendok teh garam
  • 1 butir telur ayam omega
  • 3 sendok teh jahe bubuk atau jahe parut segar
  • 1 sendok teh bubuk pengembang
  • ½ sendok teh kayu manis bubuk
  • ½ sendok teh cengkeh bubuk

Cara Membuat:

  1. Panaskan oven pada suhu 175 derajat Celsius sebelum adonan dipanggang.
  2. Campurkan tepung terigu, cengkeh bubuk, kayu manis bubuk, jahe bubuk, bubuk pengembang, dan garam hingga rata. Ayak dua kali untuk menghilangkan gumpalan. Jika menggunakan jahe parut, masukkan setelah proses pengayakan.
  3. Dalam wadah terpisah, kocok margarin dan gula hingga pucat dan lembut.
  4. Masukkan telur, kocok hingga tercampur rata. Tambahkan sedikit air, aduk hingga adonan kalis.
  5. Masukkan campuran tepung ke dalam adonan basah, aduk hingga merata sempurna.
  6. Bentuk adonan menggunakan cetakan kue atau gulung membentuk rol.
  7. Tata adonan di atas loyang yang telah dialasi kertas kue. Taburi icing sugar bila diinginkan.
  8. Panggang selama kurang lebih 10 menit hingga matang.
  9. Angkat dan biarkan dingin beberapa menit sebelum disajikan.

Dengan sejarah panjang dan aroma rempah yang khas, gingerbread cookies tak sekadar kue kering, melainkan bagian dari tradisi Natal yang terus hidup dari generasi ke generasi.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang