AI Bukan Lagi Fiksi
Kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) membangkitkan gambaran tentang asisten superkomputer, mesin yang dapat berpikir kreatif, dan, bagi sebagian orang, adegan dari film fiksi ilmiah favorit. Tapi, faktanya, meski tidak sefuturistik itu, tidak jauh berbeda.
Kecerdasan buatan (AI) merujuk pada kemampuan komputer atau mesin untuk meniru kompetensi pikiran manusia, yang sering belajar dari pengalaman sebelumnya untuk memahami dan menanggapi bahasa, keputusan, dan masalah.
Mengutip situs Statista, pasar untuk teknologi AI sangat luas atau mencapai US$244 miliar (Rp4.074 triliun) pada 2025. Angka tersebut diprediksi akan tumbuh jauh menjadi US$800 miliar (Rp13.357 triliun) di 2030.
Sedangkan, penggunaan AI di Indonesia diperkirakan akan memberikan kontribusi sekitar 12 persen terhadap pertumbuhan produk domestik bruto atau PDB nasional, yang angkanya setara US$366 miliar (Rp6.111 triliun) pada lima tahun mendatang.
Ada banyak program AI yang diusung maupun didukung oleh pemerintah dalam mencetak 12 juta talenta digital menuju kedaulatan teknologi Indonesia.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) telah mengumumkan Arah Indonesia Digital, panduan pembangunan digital yang mencakup aspek terhubung, tumbuh, dan terjaga.
Pembangunan digital mencakup upaya untuk menghadirkan konektivitas digital yang inklusif, berkualitas, dan terjangkau serta membangun ekosistem digital yang bisa memberdayakan, memperkuat, dan mendukung peningkatan pelaku usaha lokal dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Selain itu, pemerintah berusaha menghadirkan ruang digital yang aman dari berbagai kejahatan siber, termasuk penipuan, judi online, kejahatan terhadap anak, peretasan, dan kebocoran data. Satu di antara sekian banyak program adalah AI Innovation Hub.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid.
Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid. Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mendorong AI Innovation Hub untuk menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi publik, termasuk inovasi dalam bidang pangan, kesehatan, pendidikan, dan transportasi.
Ia menyampaikan bahwa pendirian AI Innovation Hub sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menyatukan kekuatan sains, teknologi, dan industri guna mempercepat transformasi ekonomi menuju Indonesia Emas 2045.
Pusat pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) yang dihadirkan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) bersama Telkomsel itu diharapkan melahirkan inovasi-inovasi AI yang aplikatif, berorientasi pada kepentingan masyarakat, serta mendukung pelaksanaan program prioritas pemerintah.