Debutan Mendominasi, Kapten Polo Air Putri Optimistis Dua Tahun ke Depan
Komposisi pemain debutan tak menghalangi langkah Timnas Polo Air Putri Indonesia meraih medali perunggu di SEA Games 2025 Thailand. Di bawah kepemimpinan kapten tim Melyn Cecilia Legawa, skuad muda Merah Putih justru menunjukkan potensi besar untuk berkembang dalam dua tahun ke depan.
Melyn mengaku bangga dengan pencapaian timnya di ajang olahraga terbesar se-Asia Tenggara tersebut. Menurutnya, hasil perunggu menjadi bukti bahwa kerja keras dan proses latihan yang dijalani selama ini terbayar dengan manis.
“Pasti bangga sih sama senang, karena kan perjuangan selama ini, latihan, kerja keras juga terbayar,” ujar Melyn saat tiba di Tanah Air di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu 20 Desember 2025.
Yang membuat raihan ini semakin bernilai, mayoritas pemain Timnas Polo Air Putri merupakan atlet muda. Melyn menyebut sebagian besar skuad diisi pemain junior dengan usia di bawah 20 tahun, termasuk tujuh atlet debutan yang baru pertama kali tampil di SEA Games.
Rombongan Atlet Polo Air Putra dan Putri Tiba di Bandara Soetta
“Yang pastinya kita kebanyakan setengah ini itu junior, under 20, jadi yang pastinya potensinya semoga sih lebih baik lagi. Untuk polo air putri dan semoga bisa meraih hasil yang lebih baik,” tambah Melyn.
Minim Kendala, Fokus Tim Terjaga
Selama berlaga di SEA Games 2025, Melyn menegaskan timnya tidak mengalami kendala berarti, baik dari sisi teknis maupun nonteknis. Kondisi tersebut membuat fokus dan kekompakan tim tetap terjaga sepanjang turnamen.
“Enggak sih sejauh ini belum ada kendalanya,” kata Melyn singkat.
Stabilnya kondisi tim dinilai turut berperan dalam keberhasilan Indonesia membawa pulang medali perunggu, meski harus bersaing dengan negara-negara kuat di kawasan Asia Tenggara.
Apresiasi PB Akuatik Indonesia
Sebelumnya diberitakan, prestasi membanggakan juga ditorehkan Timnas Polo Air Indonesia secara keseluruhan di SEA Games 2025 Thailand. Meski hanya menjalani masa persiapan singkat, tim putra dan putri mampu mempersembahkan medali perak dan perunggu bagi kontingen Merah Putih.
Capaian tersebut mendapat apresiasi langsung dari Pengurus Besar Akuatik Indonesia. Wakil Ketua Umum Bidang Organisasi PB Akuatik Indonesia, Sarman Simanjorang, menilai raihan medali itu sudah sesuai bahkan melampaui ekspektasi federasi.
Menurut Sarman, keterbatasan waktu persiapan tidak menghalangi para atlet untuk tampil solid dan kompetitif. Timnas Polo Air Indonesia hanya memiliki waktu sekitar tiga bulan untuk mematangkan strategi dan kekompakan sebelum turun di SEA Games 2025.
“Ini sudah sesuai dengan target. Karena memang persiapan kita cukup singkat, hanya lebih kurang 3 bulan persiapan kita. Artinya dengan persiapan 3 bulan, dan kita bisa menembus final dengan nilai 9,” kata Sarman saat menyambut atlet di Terminal 2 Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu 20 Desember 2025.
Perjalanan Timnas Polo Air Indonesia di SEA Games 2025 terbilang impresif. Sebanyak 33 atlet yang tergabung dalam tim putra dan putri tampil kompak sejak fase awal hingga pertandingan penentuan. Kerja keras tersebut berbuah dua medali dari cabang polo air.
Tim polo air putra tampil konsisten hingga menembus partai final dan akhirnya meraih medali perak. Sementara itu, tim putri menunjukkan performa menjanjikan dengan membawa pulang medali perunggu.
Sarman menilai pencapaian tersebut tetap luar biasa, meski Indonesia belum berhasil merebut medali emas. Apalagi, tim putra mampu mengalahkan tuan rumah Thailand dalam perjalanannya menuju final.
“Persiapan 3 bulan, kita bisa menembus final dan mengalahkan tuan rumah. Saya rasa ini prestasi yang luar biasa,” sambung Sarman.
PB Akuatik Indonesia memastikan akan melakukan evaluasi menyeluruh sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia. Dengan waktu persiapan yang jauh lebih panjang, sekitar dua tahun, peluang Indonesia untuk meningkatkan prestasi dinilai semakin terbuka.
“Tentu ini akan menjadi evaluasi bagi Akuatik Indonesia. Mudah-mudahan yang saat ini sudah perak, nanti bisa kita tingkatkan menjadi emas di SEA Games 2027,” tutup Sarman.
Rombongan atlet Polo Air Putra dan Putri Indonesia sendiri tiba di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Sabtu 20 Desember 2025 sekitar pukul 15.30 WIB. Kepulangan para atlet peraih medali SEA Games 2025 itu disambut hangat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Pengurus Besar Akuatik Indonesia, lengkap dengan pengalungan bunga sebagai bentuk apresiasi.
Dalam penyambutan tersebut hadir Wakil Ketua Umum I PB Akuatik Indonesia Sarman Simanjorang bersama Asisten Deputi Bidang Wisata Olahraga Kemenpora Ibnu Hasan.
Total 16 Medali dari Akuatik Indonesia
Sekadar informasi, cabang olahraga akuatik Indonesia mengoleksi total 16 medali di SEA Games 2025 Thailand. Kontribusi terbesar datang dari nomor renang dengan 11 medali, terdiri dari 3 emas, 3 perak, dan 5 perunggu.
Renang artistik menyumbangkan 2 medali perunggu. Dari polo air, tim putra meraih medali perak dan tim putri mempersembahkan medali perunggu. Sementara cabang loncat indah turut menambah satu medali perunggu.
Secara keseluruhan, Akuatik Indonesia menutup SEA Games 2025 dengan raihan 3 emas, 4 perak, dan 9 perunggu, sekaligus memperkuat optimisme menuju regenerasi atlet dan target prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.