Karier Hancur Akibat Operasi, Eks Striker Premier League Menang Gugatan Rp140 Miliar
Mantan penyerang Manchester United dan Wolverhampton Wanderers, Sylvan Ebanks-Blake, akhirnya meraih kemenangan besar di pengadilan. Eks striker Premier League itu memenangkan gugatan senilai lebih dari 7 juta poundsterling atau sekitar Rp140 miliar setelah kariernya berakhir lebih cepat akibat operasi yang dinilainya “tidak perlu” dan bersifat “merusak”.
Ebanks-Blake, yang mencatatkan 16 kontribusi gol dari 76 penampilan di Premier League, menjalani operasi setelah mengalami patah tulang kaki bagian bawah untuk kedua kalinya dalam kariernya saat membela Wolverhampton melawan Birmingham City pada April 2013.
Namun, pascaoperasi, masalah justru bermunculan. Dalam proses bedah tersebut, Profesor James Calder tidak hanya menangani fraktur, tetapi juga melakukan prosedur tambahan berupa pengangkatan jaringan parut dan tulang rawan di pergelangan kaki. Ebanks-Blake menilai tindakan itu menjadi titik awal kehancuran karier profesionalnya.
Mantan penyerang timnas Inggris U-21 itu mengklaim prosedur tersebut memicu peradangan serius dan mempercepat osteoartritis pada pergelangan kakinya. Kondisi tersebut membuatnya tak lagi mampu bermain di level tertinggi dan perlahan terdegradasi ke kasta bawah sepak bola Inggris sebelum akhirnya pensiun pada 2019 usai kembali mengalami cedera saat bermain di level non-liga.
Profesor Calder membantah seluruh tuduhan. Ia menegaskan bahwa Ebanks-Blake justru mendapat manfaat dari operasi tersebut karena masih bisa bermain selama enam tahun setelahnya. Namun, pengadilan memiliki pandangan berbeda.
Hakim Pengadilan Tinggi Inggris, Mrs Justice Lambert, memutuskan memenangkan gugatan Ebanks-Blake. Dalam putusannya, hakim menyebut tindakan operasi tersebut “tidak masuk akal dan tidak logis”, terutama karena dilakukan saat pasien tidak merasakan nyeri.
“Saya meyakini bahwa tanpa prosedur arthroscopy tersebut, penggugat akan kembali ke kondisi bebas rasa sakit seperti sebelum cedera,” ujar Lambert dalam putusannya.
Pengacara Ebanks-Blake, Simeon Maskrey KC, menegaskan kliennya berhenti bermain bukan karena patah tulang, melainkan akibat nyeri dan kekakuan kronis pada pergelangan kaki kiri yang muncul setelah operasi.
Pengadilan juga mengungkap bahwa Calder melakukan arthroscopy, pengangkatan tulang rawan, hingga prosedur microfracture pada tulang pergelangan kaki. Namun, pihak Ebanks-Blake menyatakan tindakan itu justru menyebabkan kekakuan dan keterbatasan gerak, padahal sebelumnya tidak ada keluhan sama sekali.
Kini, Ebanks-Blake membutuhkan fisioterapi berkelanjutan serta dukungan psikologis akibat kehilangan karier dan sumber penghasilannya sebagai pesepak bola profesional.
Kilas Balik Karier Ebanks-Blake
Sylvan Ebanks-Blake merupakan produk akademi Manchester United. Ia direkrut Sir Alex Ferguson dari Cambridge United pada 2002 saat berusia 16 tahun. Meski hanya dua kali tampil bersama Setan Merah, ia sempat mencetak gol pada laga Piala Liga melawan Barnsley.
Cedera panjang membuatnya tersisih dari rencana MU. Setelah sempat dipinjamkan ke Royal Antwerp, Ebanks-Blake bergabung dengan Plymouth Argyle dan mulai mencuri perhatian di Championship.
Puncak kariernya datang saat membela Wolverhampton Wanderers sejak Januari 2008. Bersama Wolves, ia mencetak 62 gol dan 16 assist dari 193 penampilan, serta berperan besar membawa klub promosi ke Premier League sebelum melanjutkan karier ke Ipswich Town pada 2013.
Namun, sebuah keputusan medis akhirnya menjadi akhir dari perjalanan striker tajam yang sempat digadang-gadang sebagai bintang masa depan Inggris.