Top 73+ Warga Jateng Transmigrasi ke Maluku dan Sulawesi, Dapat Tanah 1 Hektare per KK

Calon transmigran asal Jateng berangkat menuju Maluku dan Sulawesi
Calon transmigran asal Jateng berangkat menuju Maluku dan Sulawesi

 Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberangkatkan 19 kepala keluarga atau 73 orang calon transmigran. Mereka akan transmigrasi ke Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Selatan.

Di daerah tujuan, mereka dan keluarganya akan memperoleh fasilitas berupa lahan seluas satu hektare, rumah tinggal, serta jaminan kebutuhan hidup selama satu tahun.

Sebelum berangkat, para calon transmigran telah dibekali berbagai keterampilan, mulai dari pertanian hingga perbaikan alat listrik. Bekal ini bisa digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup di perantauan.

Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Azis mengatakan, daerah tujuan meliputi Waleh, Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, kemudian Torire, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Selain itu juga ke Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, serta Lagading, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan.

Para peserta berasal dari 17 kabupaten/kota di Jawa Tengah, yaitu Kabupaten Semarang, Rembang, Kota Salatiga, Kabupaten Magelang, Batang, Blora, Pekalongan, dan Klaten.

Kemudian dari Sragen, Pemalang, Kota Tegal, Kabupaten Grobogan, Demak, Kebumen, Purworejo, Kota Surakarta, dan Kota Semarang.

Mereka disaring dari sekitar 400 KK atau 1.600 jiwa, yang mendaftar sebagai calon transmigran pada 2025.

"Setelah lolos seleksi, para peserta dibekali berbagai pelatihan, di antaranya budidaya pertanian, perbaikan alat rumah tangga, kelistrikan, pertukangan, kerajinan tangan, hingga pembekalan kedisiplinan," kata Ahmad Azis saat pemberangkatan calon transmigran di Semarang, dikutip Kamis 18 Desember 2025.

Selain itu, kata Azis, peserta nantinya akan diberikan lahan usaha beserta pekarangan seluas satu hektare. Ada juga bantuan dari UPZ, perbenihan, serta pelatihan dasar di balai latihan kerja (BLK) mulai dari pertanian, peternakan, hingga perbaikan alat rumah tangga.

Pada tahun pertama, para transmigran juga menerima jatah hidup berupa bahan kebutuhan pokok sambil menunggu hasil dari lahan yang dikelola. Azis berharap para transmigran mampu menata kehidupan baru secara mandiri dan berkelanjutan, di daerah tujuan.

Salah satu calon transmigran asal Kabupaten Pekalongan, Sri Parwiti, bersama suaminya Andi Suprapto serta empat anaknya, akan menuju Taramanu Tua, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Parwiti mengaku keinginan mengikuti program transmigrasi, sudah terlintas dalam benaknya sejak tiga tahun lalu.

“Senang sekali, ini mimpi kami. Kami mendaftar sejak 2022, bahkan sempat berpindah ke daerah lain, tapi tidak ada kuota. Kemudian kami kembali ke Jawa Tengah. Alhamdulillah, baru satu tahun sudah bisa,” ceritanya.

Laporan Teguh Joko Sutrisno/tvOne Semarang