Syarat Utama Terjun ke Dunia Aset Kripto

Chief Marketing Officer Pintu, Timothius Martin.
Chief Marketing Officer Pintu, Timothius Martin.

Industri aset kripto terus mengalami pertumbuhan setiap tahunnya.

Mengutip laporan dari CoinLaw berjudul, Crypto User Demographics Statistics 2025: Who’s Investing, Trading and Holding, pengguna aset kripto secara global dari 2024 ke 2025 mengalami peningkatan 34 persen atau 580 juta pengguna.

Masih dalam laporan yang sama disebutkan, mayoritas pengguna aset kripto didominasi usia muda dari 18-34 tahun.

“Indonesia kebanjiran bonus demografi anak muda usia produktif yang juga mendominasi pengguna aset kripto dalam negeri. Ini menjadi berkah sekaligus tantangan besar utamanya dari sisi literasi dan inklusi,” kata Chief Marketing Officer Pintu, Timothius Martin.

Untuk itu, Aplikasi aset kripto Pintu berkolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar program edukasi "Pintu Goes to Campus" di Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta Barat, yang mengangkat tema “Kripto untuk Mahasiswa: Melek Ilmu Cuan Mengalir” dan diikuti oleh lebih dari 200 mahasiswa.

Dosen Universitas Bina Nusantara Hugo Prasetyo W mengungkapkan komitmennya dalam hal literasi aset kripto.

"Kami memiliki kurikulum terintegrasi. Bagi yang tertarik aset kripto bisa belajar coding di crypto science. Dari sisi finance, bisa belajar di bagian keuangan. Bahkan kami memiliki Beehive, yakni laboratorium khusus untuk cryptocurrency yang terdapat ruang diskusi kritis hingga Binus Blockchain dan Crypto Club," jelasnya.

Kepala Direktorat Perizinan dan Pengendalian Kualitas Pengawasan Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto OJK, Catur Karyanto Pilih, memberi pesan kepada mahasiswa tentang pentingnya literasi digital dan literasi keuangan yang menjadi syarat utama sebelum terjun ke dunia aset kripto.

Pemahaman literasi yang kuat membantu masyarakat mengenali manfaat dan risiko sehingga dapat memanfaatkan layanan keuangan digital secara bijak.

"Bahkan, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan yang mendorong orang lain menggunakan layanan keuangan digital dengan tepat," kata Catur.