Persib Terancam Hukuman Mengerikan Jelang 16 Besar ACL 2 dari AFC

Pemain Persib, Marc Klok
Pemain Persib, Marc Klok

 Kebahagiaan Persib Bandung setelah memastikan langkah ke babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025-2026 harus tercampur kekhawatiran. AFC menilai Maung Bandung terancam menghadapi sanksi berat akibat penyalaan flare pada laga kontra Bangkok United di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Kamis 10 Desember 2025.

Persib meraih kemenangan penting 1-0 atas Bangkok United yang sekaligus memastikan posisi puncak Grup G dengan 13 poin dari enam pertandingan. Catatan empat kemenangan, satu imbang, dan satu kekalahan membuat tim asuhan Bojan Hodak melaju ke fase gugur dengan percaya diri.

Namun di balik euforia tersebut, ancaman besar justru menghantui. Penyalaan flare setelah pertandingan disebut sebagai pelanggaran serius berdasarkan regulasi AFC yang melarang keras penggunaan alat piroteknik di stadion. Situasi ini berpotensi membuat Persib tampil tanpa dukungan Bobotoh di laga kandang 16 besar.

Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan seperti dilansir tvOne mengakui bahwa atmosfer GBLA yang meledak-ledak menjadi salah satu yang terbaik. Ia memahami euforia besar pendukung, tetapi peristiwa flare itu bisa berujung pada sanksi berat.

Bobotoh Persib Bandung.

Ia mengatakan bahwa pertandingan tersebut memang terasa seperti hajatan besar sehingga euforia Bobotoh sangat terasa. Meski begitu, ia menegaskan bahwa ada potensi sanksi yang membuat manajemen khawatir.

Adhitia mengungkapkan bahwa pihaknya sudah berdiskusi langsung dengan perwakilan AFC yang hadir di GBLA. Dari pembicaraan tersebut, muncul dua kemungkinan sanksi berat jelang babak 16 besar. Ia menyebut AFC memberikan dua opsi sanksi, yaitu penutupan tribune hingga 50 persen atau larangan penonton sama sekali.

Meski situasi ini menegangkan, Adhitia menggarisbawahi bahwa atmosfer di tiga laga terakhir Persib benar-benar luar biasa. Menurutnya, dukungan Bobotoh di GBLA mampu membuat pemain berlari tanpa henti.

Dalam tiga pertandingan tersebut, trafik penonton juga terus meningkat dari 19 ribu, 25 ribu, hingga 28 ribu. Adhitia berharap jika tidak ada sanksi, jumlah penonton di babak 16 besar bisa menembus 32 sampai 35 ribu.

Besarnya antusiasme pendukung membuat manajemen Persib juga tengah berkomunikasi dengan pihak kepolisian agar kapasitas stadion bisa dibuka penuh. Namun potensi sanksi dari AFC membuat segala rencana menjadi serba sulit.

Menurut Adhitia, jika stadion ditutup 50 persen, kapasitas yang semula bisa mencapai 38 ribu otomatis hanya tersisa setengahnya. Lebih buruk lagi jika pertandingan digelar tanpa penonton.

Ia menilai kerugian terbesar bukan hanya soal finansial, tetapi moral pemain serta penurunan animo Bobotoh yang sedang tinggi. Karena itu Adhitia berharap ke depan seluruh pihak dapat lebih mematuhi aturan agar dukungan Bobotoh tetap bisa hadir dalam pertandingan-pertandingan penting.

Dengan tekanan besar yang muncul dari AFC, Persib kini menghadapi dilema besar menjelang babak 16 besar. Keputusan sanksi dari AFC akan sangat menentukan besarnya dukungan Bobotoh di salah satu fase paling krusial musim ini.