Education Outlook 2026: Bangun Ekosistem Pendidikan yang Berdampak Nyata bagi Masa Depan

Education Outlook 2025
Education Outlook 2025

 Education Outlook 2026 resmi digelar secara hybrid dan berhasil menarik antusiasme tenaga pendidik dari seluruh Indonesia. Acara ini dihadiri oleh 150 peserta secara offline dan lebih dari 500 peserta online melalui Zoom, melibatkan guru, mahasiswa kependidikan, pemangku kebijakan, serta pemerhati pendidikan.

Direktur ACF Eduhub, Ivan Supangat mengatakan kegiatan Education Outlook 2026 selaras dengan fokus pemerintah dalam meningkatkan kompetensi guru melalui PPG, pengembangan pelatihan berbasis digital dan AI, serta penguatan platform Merdeka Mengajar.

Guru ASN mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (Foto ilustrasi)

Digelar sebagai puncak peringatan Hari Guru Nasional 25 November 2025, acara ini diharapkan menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan bagi para pendidik untuk bertukar gagasan, menghadirkan solusi, dan memperkuat kapasitas dalam membangun ekosistem pendidikan yang maju dan berdampak nyata bagi masa depan bangsa.

Ivan menegaskan keyakinannya bahwa ada harapan besar untuk memajukan pendidikan Indonesia melalui ACF Eduhub, lembaga pendidikan dan sosial yang berbasis di Bandung. 

“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan melalui tiga program utama, pendidikan formal melalui 12 Sekolah Juara, pendidikan nonformal PKBM Ceria, serta program pelatihan guru yang telah memberdayakan 1.312 guru melalui program Ceria Training Centre Acara ini diharapkan menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan dampak nyata bagi transformasi pendidikan,” kata Ivan dalam keterangannya, Senin, 8 Desember 2025. 

Sementara, Kepala Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat, Sugito Adi Warsito, menekankan urgensi peningkatan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. 

Ia mengungkapkan bahwa hasil uji kompetensi guru tahun 2016 menunjukkan rata-rata nilai 42,3 persen yang berarti masih terdapat defisit kompetensi sebesar 56,7 persen. 

“Untuk menggambarkan kondisi tersebut, analoginya seperti ini, jika seorang pilot memiliki kompetensi 95 persen dan masih defisit 5 persen, kita akan ragu untuk naik pesawat. Lalu bagaimana jika guru memiliki defisit lebih dari 50 persen?,” tuturnya. 

Pesan ini, menurutnya menjadi pengingat bahwa kompetensi pendidik di Indonesia masih jauh dari kategori ideal, dan memerlukan upaya serius serta berkelanjutan. Ia juga menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada ACF Eduhub yang terus berkontribusi dalam peningkatan kompetensi guru.

Akselerasi pendidikan di Maluku

Akselerasi pendidikan di Maluku

“Peran guru sangat menentukan tujuan pendidikan, karena saya menyekolahkan anak saya agar ia menjadi baik, pintar, dan terampil dan itu hanya mungkin jika gurunya kompeten,” ujarnya. 

Hal ini pun dikatakannya, menjadi pengingat bahwa masa depan bangsa ditentukan oleh kualitas guru hari ini, dan peningkatannya membutuhkan komitmen serta kolaborasi semua pihak.