Prakiraan Cuaca Lampung 6 Desember 2025, BMKG: Ada Potensi Hujan Disertai Petir di Wilayah Ini

BMKG, prakiraan cuaca Lampung, prakiraan cuaca lampung, cuaca lampung, cuaca bandar lampung, Prakiraan Cuaca Lampung 6 Desember 2025, BMKG: Ada Potensi Hujan Disertai Petir di Wilayah Ini

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan prediksi cuaca di Provinsi Lampung sepanjang Sabtu (6/12/2025).

Dilansir dari laman resmi BMKG, cuaca Provinsi Lampung pada hari ini didominasi hujan ringan dan hujan petir.

Berikut prakiraan cuaca Lampung pada 6 Desember 2025:

  • Lampung Selatan diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 24-27 derajat Celsius.
  • Lampung Tengah diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-28 derajat Celsius.
  • Lampung Utara diperkirakan akan hujan petir, dengan suhu berkisar 23-29 derajat Celsius.
  • Lampung Barat diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 18-22 derajat Celsius.
  • Lampung Timur diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-28 derajat Celsius.
  • Way Kanan diperkirakan akan hujan petir, dengan suhu berkisar 23-30 derajat Celsius.
  • Mesuji diperkirakan akan hujan ringan, dengan suhu berkisar 23-29 derajat Celsius.
  • Kota Bandar Lampung diperkirakan akan hujan petir, dengan suhu berkisar 23-27 derajat Celsius.
  • Kota Metro diperkirakan akan hujan petir, dengan suhu berkisar 23-28 derajat Celsius.

Imbauan BMKG soal potensi cuaca ekstrem

BMKG mengingatkan bahwa meskipun Indonesia umumnya tidak berada pada jalur siklon, anomali cuaca dapat mengubah pola tersebut, seperti Siklon Senyar yang menyebabkan kerusakan luas dan hujan ekstrem lebih dari 380 mm/hari di Aceh beberapa waktu lalu.

BMKG memprakirakan, pada 28 Desember–10 Januari, hampir seluruh wilayah Pulau Jawa, Bali, NTT, NTB, hingga sebagian Sulawesi Selatan dan Papua Selatan berpotensi mengalami hujan tinggi hingga sangat tinggi (300-500 mm per bulan).

Di sisi lain, potensi banjir rob juga perlu diwaspadai di pesisir Jakarta, Banten, dan Pantura Jawa Barat, terutama akibat fase perigee dan bulan purnama pada pertengahan Desember.

Untuk mendukung percepatan penanganan darurat dan distribusi logistik, BMKG bersama BNPB menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di tiga bandara, yaitu Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Sumut), dan Bandara di Padang.

Operasi dilakukan untuk menurunkan hujan di wilayah tidak terdampak, atau mencegah hujan di zona rawan bencana, menggunakan penyemaian NACL atau Calcium Oxide.

“OMC hanya bisa dilakukan bila gubernur menetapkan status siaga darurat. Tanpa itu, operasi tidak bisa dijalankan karena biaya dan risikonya sangat besar,” jelasnya, dilansir dari laman resmi BMKG.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang