Siap-siap! Bitcoin Diproyeksi Tembus Hampir Rp3 Miliar per Keping di Tahun 2026

Bitcoin dan aset kripto.
Bitcoin dan aset kripto.

Optimisme terhadap performa Bitcoin kembali menguat di tengah volatilitas pasar kripto global. Ripple CEO Ripple, Brad Garlinghouse, memproyeksikan harga Bitcoin akan melonjak setara hampir Rp3 miliar pada tahun depan. 

Prediksi ini ia sampaikan dalam panel Binance Blockchain Week yang membahas masa depan industri kripto. Garlinghouse memperkirakan harga aset digital paling berharga di dunia ini akan menembus level US$180.000 atau sekitar Rp2,99 miliar (estimasi kurs Rp 16.660 per dolar AS) per keping pada akhir tahun 2026.

Garlinghouse tidak merinci faktor teknis atau fundamental yang mendasari proyeksi tersebut, namun ia menegaskan bahwa kemajuan regulasi di Amerika Serikat (AS) menjadi katalis utama penguatan pasar. Ia menyoroti pentingnya Rancangan Undang-Undang (RUU) pasar kripto atau dikenal CLARITY Act, masih terhadap padahal mampu membuka ruang pertumbuhan baru bagi aset digital.

Ia mengungkap telah memperjuangkan kejelasan regulasi untuk kripto secara luas dalam apa yang umumnya di AS. Namun, Bos Ripple ini tidak yakin bahwa pemerintah Negara Paman Sam itu akan mengesahkan regulasi kripto pada paruh pertama tahun 2025. 

Aset kripto.

"Kita akan melihat pengesahan undang-undang yang akan terus membuka dan menciptakan lebih banyak angin segar bagi seluruh industri," kata Garlinghouse, dikutip dari Descypt pada Sabtu, 6 Desember 2025.

Sikap Garlinghouse sejalan dengan sebagian pengguna di platform prediction market yang dioperasikan perusahaan induk Decrypt, Myriad. Para pengguna memperkirakan hanya ada 25 persen peluang RUU tersebut lolos sebelum 2026 berakhir. 

Sejalan dengan Garlinghouse, Lily Liu selaku Presiden Solana Foundation menyatakan Bitcoin akan berada di atas level US$100.000 pada akhir tahun depan. Sementara itu, CEO Binance Richard Teng berpendapat harga Bitcoin akan lebih kuat dibanding posisi saat ini.

Prediksi Garlinghouse muncul setalah Tom Lee dari BitMine Immersion Technologies telah memproyeksikan Bitcoin berpeluang menyentuh US$150.000 hingga US$200.000 pada akhir tahun. Namun, Lee mulai pesimis terhadap ramalannya itu dan menurunkan target harga emas digital ini.

"Mungkin bisa mencapai US$150.000," ujar Lee.

Sedangkan, , Chairman Strategy Michael Saylor tetap mempertahankan proyeksi US$150.000 untuk akhir tahun ini meskipun pasar sempat mengalami likuidasi besar senilai US$19 miliar pada bulan Oktober lalu.

Untuk jangka panjang, Saylor bahkan memproyeksikan Bitcoin akan mencapai US$1 juta dalam empat hingga delapan tahun  dan US$20 juta dalam 20 tahun lagi. Ini sejalan dengan pandangan investor teknologi Cathie Wood yang baru-baru ini menurunkan target 2030 Bitcoin dari US$1,5 juta menjadi US$1,2 juta karena pesatnya pertumbuhan stablecoin.

Saat ini Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$92.417 atau 27 persen di bawah rekor tertingginya. Namun para trader di Myriad mulai berbalik bullish, dengan mayoritas menilai BTC akan menembus US$100.000 sebelum terjadi koreksi ke US$69.000. 

Untuk mencapai prediksi Garlinghouse, Bitcoin perlu naik sekitar 95 persen dari level sekarang. Setelah itu akan lebih mudah melampaui rekor tertingginya di level US$126.000 lalu akhirnya dapat mencapai target Garlinghouse.