LAN Dorong Transformasi Pengembangan ASN Demi Birokrasi Unggul

Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq
Kepala Lembaga Administrasi Negara (LAN) Muhammad Taufiq

Lembaga Administrasi Negara (LAN) mendorong percepatan Transformasi pengembangan kompetensi ASN. Hal ini sebagai upaya dalam membentuk birokrasi yang unggul di masa depan.

Sejauh ini, LAN melihat, persoalan birokrasi di berbagai instansi pemerintah masih dihadapkan pada sejumlah tantangan. Mulai dari pengembangan kompetensi yang belum terintegrasi dengan perencanaan strategis nasional.

Kemudian, instansi pemerintah yang mengembangkan pembelajaran masing-masing, hingga keterbatasan sumber daya setiap instansi pemerintah dalam menyajikan pembelajaran. 

Melihat hal tersebut, LAN pun mendorong percepatan transformasi ASN menjadi ecosystem pembelajaran yang terintegrasi, kolaboratif, dan saling menguatkan lintas sektor pemerintah, swasta, akademisi, media, serta komunitas. 

Kepala LAN, Muhammad Taufiq mengatakan menciptakan ASN kompeten merupakan salah satu cara untuk mewujudkan rakyat yang sejahtera. Salah satu caranya, kata dia melalui peningkatan kapasitas yang sistematis, terukur dan berkelanjutan sehingga aparatur mampu memberikan layanan yang transparan, akuntabel dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.  

“Dengan penguatan kompetensi ASN secara berkesinambungan memastikan setiap program pembangunan dapat berjalan efektif dan sasaran strategis nasional dapat tercapai," kata Taufiq dalam acara National Future Learning Forum (NFLF) tahun 2025, di Birawa Hall, Hotel Bidakara, Rabu, 3 Desember 2025.

Menurut Taufiq, keterlibatan institusi pemerintah, sektor swasta, lembaga pendidikan, media, dan berbagai komunitas menjadi pondasi utama penguatan ekosistem pengembangan kompetensi ASN. 

“Pemerintahan modern tidak bisa lagi bekerja sendiri-sendiri, pengembangan kompetensi ASN harus dibangun dalam sistem yang saling terhubung, memanfaatkan sumber daya bersama, dan menghasilkan dampak yang terukur bagi kinerja pemerintahan,” ujarnya.

LAN, kata dia, akan memastikan bahwa transformasi menuju ecosystem pengembangan kompetensi akan terus diperkuat melalui integrasi platform pembelajaran, pengembangan kurikulum berbasis kebutuhan riil instansi pemerintah, serta perluasan jejaring kolaborasi strategis. 

Upaya ini diharapkan mendorong terwujudnya ASN yang unggul, responsif, dan berdaya saing dalam menghadirkan layanan publik yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.

Dalam kesempatan itu juga, Wakil Menteri PAN RB, KomJen Pol, Purwadi Arianto mengapresiasi upaya LAN dalam membangun Learning Ecosystem ASN yang terbuka sebagai upaya membangun kolaborasi lintas pemerintah, swasta, akademisi dan para pejuang kompetensi yang saling menguatkan.

“Dan untuk mewujudkan hal tersebut tentu saja dibutuhkan komitmen bersama, dan forum ini menjadi upaya dalam menyatukan langkah bersama serta memastikan bahwa pembelajaran ASN dapat memberikan dampak pada pelayanan publik" tutur dia.

Dalam kesempatan itu, LAN memberikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah berkolaborasi sebagai pejuang pengembangan kompetensi ASN.

Penghargaan Transformational Leader untuk pimpinan instansi yang memberikan dedikasinya dalam pengembangan kompetensi ASN di lingkup instansi, diberikan kepada Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Jenderal Pol (Purn) Drs. Agus Andrianto S.H M.H, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi - Rini Widyantini, S.H.,MPM.

Kemudian, Menteri Sosial - Drs. K.H. Saifullah Yusuf, Jaksa Agung - Prof. Dr. ST. Burhanuddin, S.H., MM, Gubernur Jawa Timur - Dr. (H.C) Khofifah Indar Parawansa, M.Si, Kepala Badan Pusat Statistik - Amalia Adininggar Widyasanti , ST, M.Si, M.Eng, PhD, Bupati Garut - Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng.,IPU.