PLN Mobile Ditegaskan Jadi Bentuk Transformasi Digital PLN Dorong Transisi Energi
PT PLN (Persero) menegaskan wajah nyatanya dalam Transformasi digital yang dilakukan yaitu melalui aplikasi PLN Mobile. Dari sekadar kanal layanan dasar, aplikasi ini beranjak menjadi super apps yang memayungi hampir seluruh kebutuhan pelanggan, termasuk layanan kendaraan listrik yang kini menjadi tulang punggung transisi energi nasional.
Executive Vice President (EVP) Niaga dan Pemasaran PLN, Nayusrizal, mengungkapkan bahwa perjalanan PLN Mobile merupakan lompatan besar dalam pelayanan publik. Dalam gelaran Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026, PLN menegaskan kembali posisi strategisnya sebagai mitra utama ekosistem EV melalui platform tersebut.
“Dulu pengunduhnya hanya sekitar 500 ribu, sekarang sudah di atas 50 juta. Rating aplikasi juga melonjak dari 2,5 menjadi 4,9. Ini bukti kepercayaan pelanggan,” ujar Nayusrizal dikutip dari keterangannya, Rabu, 11 Februari 2026.
Menurut Nayusrizal, hampir seluruh urusan kelistrikan kini dapat dilakukan tanpa harus datang ke kantor PLN. Pasang baru, perubahan daya, sambungan sementara, hingga pengaduan gangguan tersedia dalam satu genggaman.
“Pelanggan tidak perlu lagi pakai ‘ordal-ordalan’. Cukup lewat PLN Mobile. Mau mengajukan apa pun ada di sana,” tegasnya.
Fitur aplikasi juga melampaui layanan kelistrikan konvensional. Terdapat layanan internet Iconnet, marketplace, hingga fitur swacam untuk foto meter mandiri pelanggan pascabayar. Semua terintegrasi sehingga tindak lanjut permohonan bisa lebih cepat dan terukur.
Lonjakan pengguna kendaraan listrik di Indonesia, di mana kini telah melampaui 100 ribu unit, menjadi alasan PLN memperkuat fitur EV di aplikasinya. PLN Mobile diposisikan sebagai UAV Partner atau Your EV Partner bagi seluruh pemilik kendaraan listrik.“Apapun jenis dan mereknya, mau ngecas di mana saja, semuanya bisa lewat PLN Mobile,” kata Nayusrizal.
Salah satu fitur unggulan adalah Trip Planner. Melalui fitur ini, pengguna dapat merencanakan perjalanan jauh, mengetahui lokasi SPKLU, kapasitas baterai yang dibutuhkan, hingga titik pengisian paling efisien.
“Misalnya perjalanan Jakarta–Surabaya, pengguna sudah bisa merencanakan harus berhenti di mana, berapa lama mengecas. Ini sangat memudahkan,” ujarnya.
Lebih lanjut bagi Nayusrizal, PLN memandang dirinya bukan sekadar penyedia listrik, melainkan pionir ekosistem EV. “Kami sangat siap mendukung. Tidak perlu ragu menggunakan kendaraan listrik karena PLN hadir di mana pun,” tegasnya.
Saat ini lebih dari 5.000 SPKLU telah tersebar di Indonesia. Bahkan PLN memiliki unit SPKLU Mobile yang dapat mendatangi pengguna jika kehabisan daya di tengah perjalanan.
Momentum IIMS 2026 berdekatan dengan periode mudik Ramadan–Idul Fitri. PLN telah menyiapkan langkah antisipatif: penambahan SPKLU di jalur mudik, posko siaga 24 jam, serta dukungan konektivitas dari Iconnet. “Kami menyiagakan ribuan personel. Kalau ada kendala, harus segera diatasi. Bahkan di rest area kami buka posko khusus,” ungkapnya.