Inovasi Berkelanjutan Bisa Bikin ASN Perkuat Efektivitas Birokrasi
Perkembangan teknologi dan dinamika kebutuhan masyarakat yang bergerak semakin cepat menuntut Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk terus berinovasi. Inovasi bukan lagi sekadar inisiatif tambahan, tetapi telah menjadi tuntutan utama dalam mewujudkan pelayanan publik yang adaptif dan relevan dengan kebutuhan masa kini.
Atas dasar itu, Lembaga Administrasi Negara (LAN) bekerjasama dengan BPSDM Provinsi Jawa Timur menggelar ASN Lift (Leadership Innovation For Future Transformation) Expo Tahun 2025, di BPSDM Provinsi Jawa Timur, Surabaya.
Kegiatan ini sebagai wadah strategis bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai daerah untuk menampilkan beragam inovasi yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan publik. ASN Lift Expo yang diinisiasi sebagai ruang akselerasi inovasi ini menghadirkan kompetisi inovasi, pameran program unggulan, serta forum diskusi yang mempertemukan para inovator, pimpinan instansi, dan pemangku kebijakan.
Kepala LAN, Dr.Muhammad Taufiq dalam sambutannya menegaskan bahwa setiap proses pembelajaran yang diikuti oleh ASN memiliki potensi besar untuk menghadirkan perubahan nyata dalam penyelenggaraan pemerintahan.
“Ini merupakan bukti bahwa Pembelajaran ASN memberikan dampak yang sangat penting bagi transformasi birokrasi," ujar Taufiq dikutip daei keterangannya, Jumat, 28 November 2025.
Dia menegaskan bahwa melalui inovasi yang berkelanjutan, ASN dapat memperkuat efektivitas birokrasi, meningkatkan kualitas layanan publik. Serta, memastikan pemerintah tetap responsif dan kompetitif dalam menghadapi tantangan baru.
Muhammad Taufiq menambahkan bahwa pameran inovasi dalam ASN lift ini merupakan pameran pertama kali diadakan dengan peserta dari seluruh Indonesia,
“Dan ini merupakan pameran inovasi pembelajaran seluruh Indonesia yang sebelumnya yang sebelumnya hanya terbatas dalam lingkup Kalimantan dan saat ini kita mulai dalam lingkup Nasional dengan cakupan yang lebih luas yaitu alumni PKN Tingkat II, Pelatihan Kepemimpinan Administrator dan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas”, Imbuhnya.
Sementara itu Deputi Bidang Penyelenggaraan Pengembangan Kapasitas ASN, Tri Widodo Wahyu Utomo menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan penghargaan bagi ASN yang benar - benar bekerja dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Apa yang dihasilkan para ASN yang mengikuti kompetisi ini merupakan hasil dari proses belajar dan proses berinovasi," tambahnya.
Secara umum, hadirnya kegiatan ini menunjukkan bahwa inovasi kini menjadi kebutuhan dasar dalam tata kelola pemerintahan modern. Tantangan yang terus berkembang menuntut setiap ASN untuk bergerak lebih cepat, lebih kreatif, dan lebih peka terhadap perubahan di masyarakat
Tri Widodo juga menambahkan bahwa melalui program ini diharapkan ASN dapat menjadi motor penggerak utama dalam menghasilkan kesejahteraan bagi masyarakat melalui inovasi.
“ Peran pemimpin perubahan menjadi sangat penting, karena tanpa adalah peran pemimpin perubahan yang memiliki dedikasi dan visi ke depan maka kesejahteraan akan sulit diwujudkan”, Imbuhnya.
Dalam penyelenggaraannya, ASN LIFT Expo memfasilitasi pertukaran pengetahuan dan praktik terbaik antar daerah, sekaligus mendorong terciptanya sinergi dalam pengembangan inovasi pemerintahan. Para peserta, yang merupakan perwakilan instansi pemerintah pusat maupun daerah, mempresentasikan solusi-solusi kreatif yang dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan publik di wilayah masing-masing.
Pada tahun ini, Pameran ASN LIFT Expo menampilkan 36 booth, sementara Kompetisi Inovasi diikuti oleh 66 peserta, yang terdiri atas 9 peserta PKN II, 33 peserta PKA, dan 24 peserta PKP, berasal dari 16 lembaga pelatihan di seluruh Indonesia.
Setelah melalui proses seleksi dan penilaian yang ketat, ditetapkan para pemenang untuk masing-masing kategori.