Dari Dokter ke Senator, Stevi Harman Dorong Transformasi Kesehatan dan Ekonomi Desa di NTT

Anggota DPD RI dari NTT Maria Caecilia Stevi Harman (tengah)
Anggota DPD RI dari NTT Maria Caecilia Stevi Harman (tengah)

 Anggota DPD RI 2024–2029 dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Maria Caecilia Stevi Harman, membawa pendekatan berbeda ke panggung legislasi nasional dengan pendekatan teknokratik yang inovatif. Dokter muda ini mengusung filosofi “Politik sebagai Obat”—gagasan bahwa kebijakan publik harus menjadi “resep” untuk menyelesaikan persoalan struktural seperti stunting, kerentanan pangan, dan kemiskinan di NTT.

Lahir pada 13 September 1995, putri dari politisi senior dan tokoh hukum nasional Dr. Benny Kabur Harman, S.H. ini memilih jalur mandiri dalam membangun fondasi intelektualnya. Dia menamatkan pendidikan Dokter Umum dari Universitas Indonesia (UI) dan memperdalam ilmu Penelitian Medis di Monash University, Australia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalamannya bertugas sebagai dokter umum di SK Lerik-Kupang, Puskesmas Pasir Panjang, dan Puskesmas Manutapen mendekatkannya pada realitas kesehatan di akar rumput yang membutuhkan intervensi sistemik negara. "Saya tidak sekadar mewarisi sebuah nama belakang keluarga. Saya mewarisi tanggung jawab moral yang besar untuk membedah penyakit sosial masyarakat dengan instrumen kebijakan publik," tegas dr. Stevi.

Kepercayaan masyarakat Flobamora terhadap visi perubahannya terbukti nyata pada Pemilu Legislatif 2024. Pada pesta demokrasi itu, dia berhasil meraup 405.579 suara sah.

Integrasi Pertanian, Literasi Digital, dan Pariwisata

Tidak hanya fasih merumuskan regulasi di Senayan, dr. Stevi juga bertindak sebagai eksekutor pemberdayaan di lapangan. Sebagai Direktur PT. Dawai Sejahtera, ia membangun Watu Mori Farm di Desa Liang Dara, Kabupaten Manggarai Barat.

Fasilitas berskala industri ini menjadi laboratorium agraria dan pusat kawah candradimuka bagi siswa SMK Pertanian dan mahasiswa vokasi di NTT. Para pemuda ini dicetak menjadi wirausahawan agribisnis (agripreneurs) yang tidak hanya ahli secara agronomi. Tetapi juga menguasai literasi digital, pemasaran e-commerce, dan terhindar dari dampak negatif disrupsi informasi seperti hoaks maupun judi online.

Lebih jauh, dr. Stevi merancang ekosistem ekonomi melingkar (circular economy) yang menyambungkan hulu pertanian dengan hilir pariwisata super-prioritas Labuan Bajo. Bahan baku peternakan sapi dari Watu Mori Farm dipasok langsung ke Resto Say Se'i dan didukung infrastruktur Hotel Parlezo. Model bisnis terpadu ini menyerap banyak tenaga kerja lokal dan mendorong kemandirian ekonomi perempuan.

Berikutnya di sektor perkebunan, ia juga memperjuangkan hilirisasi komoditas kakao di Manggarai Timur untuk memutus mata rantai tengkulak. Agar nilai tambah ekonomi dapat langsung dinikmati oleh para petani.

Perjuangan Jaminan Sosial bagi Petani dan Pahlawan Kesehatan

Sebagai Anggota Komite III DPD RI, dr. Stevi secara persisten menuntut perlindungan kesejahteraan bagi para pahlawan pangan. Ia memperjuangkan agar para petani di NTT diakomodasi ke dalam skema perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.

"Intervensi ketahanan pangan negara kita tidak boleh hanya berhenti secara dangkal pada pemberian benih komoditas dan mesin alsintan. Kebijakan kita harus berani menembus jauh menyentuh aspek perlindungan martabat dan kesejahteraan petani melalui jaminan sosial negara," papar dr. Stevi saat memimpin inisiatif penanaman jagung masif di Kelurahan Oenesu, Kota Kupang.

Ketegasannya juga terlihat saat membela nasib ujung tombak kesehatan di pedalaman. Ia mengadvokasi kepastian status Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi tenaga kesehatan (nakes) honorer, serta menuntut pemerintah pusat mengalokasikan APBN untuk insentif bulanan yang manusiawi bagi para Kader Posyandu. Menurutnya, ini adalah investasi hulu negara untuk mencegah generasi produktif hilang akibat jerat stunting.

Membenahi Integrasi Data dan Mendorong Inklusivitas

Di ruang kebijakan publik, dr. Stevi menjadi salah satu politisi yang konsisten menyuarakan krusialnya sinkronisasi data nasional berbasis NIK. Dia tidak ingin ada lagi masyarakat miskin yang tiba-tiba kehilangan hak BPJS PBI atau bantuan sosial karena masalah administratif yang berbelit. Sinkronisasi data ini juga ia kaitkan dengan akses pembiayaan dan pendampingan bantuan alat teknologi bagi para pelaku UMKM di NTT.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berpijak pada nilai-nilai keberagaman, dr. Stevi menempatkan pluralisme sebagai kekuatan sosial utama. Ia secara aktif memastikan tidak ada diskriminasi layanan publik lintas agama di wilayah pesisir maupun pelosok, dengan terus mendorong prinsip bahwa dalam hal pembangunan, "Tidak boleh ada kelompok yang merasa menjadi warga kelas dua".

Melalui perpaduan kecerdasan analitis sains medis dan empati tulus di lapangan, dr. Maria Caecilia Stevi Harman membuktikan bahwa di tangan pemimpin muda yang tepat, wewenang legislatif dapat bertransformasi menjadi penyembuh sejati bagi masyarakat luas.