Investasi RI Tembus Rp1.434 Triliun, Sektor MICE Jadi Mesin Baru Ekonomi

Ilustrasi Geliat Sektor MICE, Investasi Ditargetkan Naik 14 Persen pada Tahun 2026, Industri MICE Menggeliat, Kontribusi Ekonomi Kian Masif, Paparan Industri MICE oleh CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim, Rangkaian Pameran di Tahun 2026 untuk Dorong Investasi
Ilustrasi Geliat Sektor MICE

Arus investasi Indonesia terus menunjukkan tren penguatan sepanjang 2025. Menariknya, sektor MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions) mulai memperlihatkan kontribusi nyata untukn menggaet investor menanamkan modal di industri dalam negeri. 

Dalam pembukaan Business Forum Indonesia Economic Outlook 2026: Strategic Partnerships for Business, Trade & Tourism Investment, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, yang memberikan sambutan secara daring menyampaikan kinerja investasi berhasil mencetak lompatan signifikan dan menjadi fondasi utama menuju pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif pada 2026.

Airlangga mengungkapkan bahwa realisasi investasi Indonesia pada Januari 2025 hingga September 2025 mencapai Rp1.434,3 triliun atau sekitar US$85 miliar. Capaian tersebut meningkat hampir 13 persen secara year on year (yoy) dan menciptakan 1,95 juta lapangan kerja tambahan.

“Kawasan Ekonomi Khusus telah mencatat investasi kumulatif sebesar Rp294,4 triliun dan menciptakan 187 ribu lapangan kerja, khususnya di sektor pariwisata,” ujar Airlangga.

Ia menjelaskan, ketahanan ekonomi Indonesia tercermin dari realisasi investasi semester pertama yang mencapai Rp340,2 triliun atau 60 persen dari target nasional. Jumlah ini 44 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. 

Kontribusi besar juga datang dari investasi asing langsung (FDI) yang menyumbang 26 persen. Jumlah tersebut menunjukkan daya saing Indonesia di pasar global.

Pada 2026, pemerintah melalui APBN akan mengalokasikan sekitar Rp3.250 triliun untuk memperkuat sektor prioritas seperti ketahanan pangan, energi, perbaikan gizi, hingga pendidikan. Dari jumlah itu, Rp450 triliun diarahkan untuk memperkuat sektor-sektor inti tersebut. 

“Kebijakan ini diperkirakan menciptakan efek ganda yang besar bagi perekonomian,” kata Airlangga.

Investasi Ditargetkan Naik 14 Persen pada Tahun 2026

Sejalan dengan penguatan investasi 2025, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani yang diwakilkan oleh Nurul Ichwan selaku Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal membeberkan target realisasi investasi sebesar Rp2.175,26 triliun pada tahun 2026. Target ini naik 14,2 persen dari sasaran 2025 yang diarahkan untuk memperkuat hilirisasi.

Ichwan menyebut target tersebut sejalan dengan proyeksi Bank Indonesia yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi nasional mencapai 5,33 persen pada tahun 2026. Menurutnya, penguatan arus investasi akan membawa dampak langsung pada industri penopang perekonomian seperti pariwisata dan MICE (Meetings, Incentives, Conferences, Exhibitions).

Industri MICE Menggeliat, Kontribusi Ekonomi Kian Masif

Kementerian Pariwisata menargetkan kontribusi devisa sektor MICE naik dari 10 persen menjadi 15 persen pada 2029. Penguatan ini dilakukan melalui pengembangan ekosistem event nasional dan perluasan lapangan kerja di sektor pendukung.

Hingga September 2025, pemerintah telah mendukung 134 event yang menghadirkan 10,8 juta pengunjung. Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 95 ribu pekerja event, 44.800 UMKM, dan menciptakan perputaran ekonomi sebesar Rp11,82 triliun.

Data tersebut menegaskan bahwa industri MICE bukan hanya penopang pemulihan sektor pariwisata, tetapi juga pilar penting dalam agenda pertumbuhan ekonomi jangka menengah. Sektor ini memperkuat rantai pasok nasional, meningkatkan transaksi B2B, dan membuka peluang kemitraan lintas industri.

Penguatan sektor MICE dan proyeksi ekonomi 2026 menjadi landasan bagi Krista Exhibitions dalam menghadirkan forum strategis The 3rd Business, Trade & Tourism Investment Business Forum bertema Indonesia Economic Outlook 2026 di Grand Hyatt, Jakarta, pada Selasa, 2 Desember 2025.

Forum ini mempertemukan pelaku usaha, pembuat kebijakan, dan investor internasional untuk membahas perkembangan ekonomi global, proyeksi pertumbuhan nasional, serta potensi investasi lintas sektor. Acara tersebut menghadirkan pakar ekonomi, duta besar, asosiasi industri, dan lembaga bisnis internasional.

CEO Krista Exhibitions, Daud D. Salim, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi momentum penting akselerasi ekonomi Indonesia.

“Business Forum ini kami selenggarakan untuk memberikan wawasan komprehensif kepada para pelaku usaha mengenai tren ekonomi global, perkembangan teknologi, serta peluang baru di sektor manufaktur dan MICE,” ujar Daud.

Paparan Industri MICE oleh CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim, Investasi Ditargetkan Naik 14 Persen pada Tahun 2026, Industri MICE Menggeliat, Kontribusi Ekonomi Kian Masif, Paparan Industri MICE oleh CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim, Rangkaian Pameran di Tahun 2026 untuk Dorong Investasi

Paparan Industri MICE oleh CEO Krista Exhibitions Daud D. Salim

Rangkaian Pameran di Tahun 2026 untuk Dorong Investasi

Sebagai penyelenggara pameran internasional lebih dari 31 tahun, Krista Exhibitions berkomitmen memperkuat kontribusinya melalui platform bisnis yang strategis dan berdampak luas. Memasuki 2026, Krista Exhibitions akan kembali menghadirkan rangkaian pameran lintas sektor di berbagai kota Indonesia untuk mengakselerasi kolaborasi dan pengembangan industri secara lebih terintegrasi.

Rangkaian pameran industri makanan dan minuman Krista Exhibitions pada tahun 2026 akan diselenggarakan di Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Jakarta. Pameran diawali di kota Yogyakarta melalui Jogja Food & Beverage Expo yang berlangsung bersamaan dengan JPE – Jogja International Printing Expo dan Jogja Pack Expo. 

Selanjutnya, rangkaian pameran berlanjut ke Surabaya dengan IIFEX – Eastfood Indonesia Expo lalu Bali Interfood Expo di Bali. Kemudian ditutup dengan pameran makanan minuman terbesar di Asia Tenggara, SIAL Interfood Expo, yang diselenggarakan bersamaan dengan Seafood Show Asia Expo dan All Indonesia Cooltech Expo di NICE PIK, Jakarta.

Selain sektor makanan dan minuman, Krista Exhibitions juga menghadirkan pameran di bidang kecantikan, tekstil, kesehatan, serta teknologi audiovisual, pencahayaan, dan panggung melalui penyelenggaraan IndoBeauty Expo, ILF (Indo Leather & Footwear Expo) IGT (Indo Garment & Textile Expo), IndoHealthcare Gakeslab Expo, serta PRO AVL Indonesia Expo.

Momentum penyelenggaraan pameran berlanjut dengan rangkaian acara di industri printing dan packaging, mulai dari Surabaya Printing Expo di Surabaya hingga All Print Expo di Jakarta yang digelar bersamaan dengan All Cold Chain Logistics & Transportation Expo, Indonesia Maritime & Logistics Expo, dan All Agri Expo. Agenda ini dilanjutkan dengan pameran packaging EastPack Surabaya yang berlangsung bersamaan dengan East Beauty Pack, serta pameran di Jakarta melalui All Pack Indonesia Expo yang terselenggara bersamaan dengan Allplas Indonesia Expo, pameran internasional terbesar di Asia Tenggara untuk industri packaging, plastik dan processing.

Dengan terselenggaranya Business Forum ini serta rangkaian pameran industri sepanjang 2026, Krista Exhibitions berkomitmen memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku industri dan mitra internasional guna membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dan meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Krista Exhibitions meyakini bahwa kerja sama lintas sektor yang terbangun melalui forum ini akan menjadi fondasi penting bagi perluasan investasi, inovasi dan transformasi industri menuju masa depan yang lebih kompetitif dan berkelanjutan.