Proyeksikan Ekonomi RI Tumbuh 5,2 Persen Tahun Ini, Standard Chartered Identifikasi 3 Instrumen Investasi Potensial
Standard Chartered Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 akan mencapai 5,2 persen. Sedikit lebih tinggi dari realisasi 2025.
Aldian Taloputra, Senior Economist, Standard Chartered Indonesia menyampaikan hal tersebut berdasarkan riset terbaru Standard Chartered. Ekonomi Indonesia diperkirakan bakal akan memasuki fase pertumbuhan yang lebih siklikal.
"Dari sisi kebijakan moneter, Standard Chartered memperkirakan Bank Indonesia akan mempertahankan sikap yang berhati-hati sepanjang tahun 2026, dengan menyeimbangkan stabilitas eksternal serta dukungan terhadap pertumbuhan domestik," ujar Aldian dikutip dari keterangannya, Sabtu, 7 Febuari 2026.
Pada 2026, Standared Chartered kembali menggelar forum tahunan World of Wealth (WoW) untuk ke-23 kalinya di Jakarta. Hal itu sebagai bagian dari komitmen Standard Chartered untuk mendampingi nasabah Priority dan Priority Private menavigasi dinamika pasar sekaligus membangun perencanaan keuangan jangka panjang yang lebih berkelanjutan.
Mengusung tema 'Empower Your Journey: Today, Tomorrow, Forever', WoW Jakarta menghadirkan diskusi panel bersama para praktisi investasi dan ekonom untuk membahas prospek ekonomi global dan regional, peluang investasi lintas kelas aset di tahun 2026, serta strategi membangun portofolio yang lebih resilien di tengah valuasi pasar yang relatif tinggi dan ketidakpastian global.
Diskusi pada forum ini juga mengacu pada laporan Global Market Outlook 2026 – Blowing Bubbles? Dari Standard Chartered, yang menyoroti bahwa meskipun valuasi sejumlah aset telah meningkat, kondisi saat ini belum menunjukkan karakteristik bubble sistemik seperti pada periode sebelumnya. Laporan tersebut memproyeksikan bahwa aset berisiko, khususnya ekuitas, masih berpotensi mencatat kinerja positif pada tahun 2026, didorong oleh pertumbuhan laba perusahaan, termasuk dari tema struktural seperti adopsi teknologi dan AI.
Dalam laporan tersebut, Standard Chartered mengidentifikasi tiga tema utama investasi 2026, yaitu equities dengan fokus pada pasar yang ditopang pertumbuhan laba. Kemudian income, khususnya obligasi emerging markets yang menawarkan yield menarik sekaligus diversifikasi. Lalu diversifiers, seperti emas dan strategi alternatif, untuk membantu meredam volatilitas portofolio.
Pendekatan ini menekankan pentingnya diversifikasi lintas kelas aset dan kawasan, serta alokasi portofolio yang lebih terstruktur, mencakup komponen inti (core), taktis (tactical), dan oportunistik (opportunistic), agar investasi dapat menyeimbangkan potensi imbal hasil dengan pengelolaan risiko jangka panjang.
Menurut Donny Donosepoetro OBE, CEO, Standard Chartered Indonesia, di tengah kondisi pasar yang penuh tantangan, pihaknya tetap optimistis terhadap potensi investasi jangka panjang Indonesia. Langkah-langkah reformasi yang cepat dari regulator, serta fokus yang berkelanjutan pada fundamental ekonomi, menjadi fondasi penting untuk pemulihan.
"Dalam situasi seperti ini, disiplin dalam membangun portofolio dan diversifikasi menjadi semakin krusial agar nasabah dapat melewati volatilitas sekaligus tetap fokus pada tujuan jangka panjang mereka,” tutupnya.