Dikasih Tiket SEA Games Gratis, Ultras Thailand Tolak Mentah-mentah karena Ancaman Mengerikan Ini
Gelaran SEA Games 2025 dipastikan kehilangan salah satu kelompok suporter paling panas di Asia Tenggara. Ultras Thailand resmi memboikot seluruh pertandingan sepak bola dan futsal, meski tiket sudah digratiskan oleh panitia dan pemerintah Thailand.
Alih-alih antusias, para pendukung militan Gajah Perang justru menolak hadir karena syarat tiket gratis dianggap terlalu mengganggu privasi.
Untuk mendapatkan tiket, penonton wajib mengisi data diri lengkap—sesuatu yang sangat sensitif, terlebih Thailand sedang diguncang isu kebocoran data nasional.
Dilansir dari Tuoitre, Ultras Thailand mendesak otoritas olahraga Thailand hingga panitia SEA Games untuk mencabut syarat tersebut.
“Kami tidak akan memasuki lapangan sepak bola dan futsal di SEA Games sampai otoritas olahraga Thailand mengubah regulasi dengan tidak melanggar hak suporter,” tegas Ultras Thailand dalam pernyataannya.
Bagi Ultras Thailand, diminta memberikan data pribadi demi tiket gratis sama saja mempertaruhkan keamanan diri mereka.
“Di era di mana informasi pribadi mudah diretas dan bocor, perilaku ini secara langsung membuat orang berisiko diserang oknum tak bertanggung jawab,” lanjut mereka.
Isu kebocoran data yang melanda Thailand beberapa bulan terakhir membuat suporter makin waspada. Mereka menilai aturan tiket itu tidak masuk akal dan berpotensi membahayakan.
Tak hanya soal data pribadi, Ultras Thailand juga gerah dengan rencana panitia menempatkan suporter tamu di belakang gawang—posisi yang selama ini menjadi “sarang” Ultras Thailand.
Area tersebut dikenal sebagai benteng atmosfer, di mana yel-yel keras Ultras Thailand kerap membuat kiper lawan ciut nyali. Namun penempatan suporter tamu di zona itu dianggap mencoreng identitas dan tradisi mereka sebagai “pemain ke-12”.
Ultras Thailand menegaskan tetap mendukung Timnas Thailand, tetapi mereka tidak akan mengambil tiket atau masuk venue sampai aturan dianggap merugikan itu dicabut.
“Kami mendukung Timnas Thailand, tapi kami tidak akan menyerah untuk mendesak perbaikan syarat data pribadi ini. Kami akan tetap datang ke stadion, tapi tak akan mengambil tiket sampai pihak terkait menghentikan aturan ini,” tutup mereka.