Jadi Tantangan, Begini Cara Jitu Perempuan Bangun Networking Profesional

Ilustrasi wanita karier
Ilustrasi wanita karier

 Siapa bilang networking itu cukup dengan hadir di acara, senyum-senyum, lalu pulang bawa setumpuk kartu nama yang ujungnya cuma jadi penghias laci meja kerja?

Banyak perempuan profesional yang merasa sudah rajin networking, tapi karier mereka terasa jalan di tempat. Di sinilah letak kesalahan yang paling sering terjadi, networking dilakukan sebatas basa-basi, bukan sebagai investasi jangka panjang. Scroll lebih lanjut yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian besar orang memahami networking sebagai aktivitas yang dilakukan saat butuh sesuatu, butuh pekerjaan baru, butuh klien, butuh referensi. Padahal, membangun koneksi yang kuat justru harus dimulai jauh sebelum kamu membutuhkannya.

Perempuan, secara khusus, sering kali menghadapi tantangan tersendiri dalam hal ini. Ada yang merasa tidak percaya diri memulai percakapan dengan orang yang lebih senior. Ada yang khawatir terkesan "cari muka". Ada pula yang terlalu sibuk dengan pekerjaan sehingga tidak menyempatkan diri keluar dari zona nyaman lingkaran kerja sehari-hari.

Padahal, koneksi yang tepat bisa membuka pintu yang bahkan tidak kamu tahu keberadaannya.

Berikut ini adalah beberapa tips membangun networking untuk perempuan.

1. Mulai dari Dalam: Bangun Koneksi di Tempat Kerja Sendiri

Sebelum sibuk menghadiri berbagai acara eksternal, pastikan kamu sudah dikenal dengan baik di lingkungan kerja sendiri. Tunjukkan kemampuanmu melalui kolaborasi lintas divisi, bantu rekan yang sedang kesulitan, dan jadilah orang yang reliable, yang selalu menyelesaikan apa yang dijanjikan.

Reputasi internal adalah modal networking yang paling sering diremehkan. Orang-orang di sekitarmu hari ini bisa jadi gerbang menuju peluang besar di masa depan, entah karena mereka pindah ke perusahaan lain, naik jabatan, atau justru membuka bisnis sendiri.

2. Komunikasi adalah Kuncinya dan Itu Harus Dilatih

Networking tanpa kemampuan komunikasi yang baik ibarat punya benih tapi tidak punya tanah untuk menanamnya.

Latih dirimu untuk bisa menyampaikan siapa kamu, apa yang kamu kerjakan, dan apa yang kamu tawarkan, dalam waktu singkat dan dengan cara yang menarik. Dalam dunia profesional, ini sering disebut elevator pitch. Tapi lebih dari itu, komunikasi yang baik juga berarti kemampuan mendengar, mengajukan pertanyaan yang tepat, dan membuat lawan bicara merasa dihargai.

3. Jadilah Orang yang Memberi, Bukan Hanya yang Meminta

Salah satu hukum tak tertulis dalam networking adalah: mereka yang paling banyak memberi, justru paling banyak menerima.

Bagikan informasi yang berguna, rekomendasikan orang lain untuk peluang yang tidak kamu ambil, atau sekadar beri apresiasi tulus atas pekerjaan seseorang. Sikap generous seperti ini membangun reputasi yang jauh lebih kuat dibanding seratus kartu nama yang kamu bagikan di satu acara.

Perempuan yang dikenal sebagai connector, orang yang senang menghubungkan orang lain, biasanya justru menjadi magnet peluang tanpa harus terlalu "aktif" mencari.

4. Manfaatkan Platform Digital Secara Strategis

LinkedIn bukan sekadar tempat memajang CV. Ini adalah ruang networking yang paling efisien jika digunakan dengan benar.

Aktif berkomentar pada postingan orang-orang di industri yang kamu minati, bagikan perspektifmu tentang tren terkini, dan jangan ragu mengirim pesan personal yang tulus, bukan template copy-paste. Tunjukkan bahwa kamu mengikuti karya atau pemikiran mereka sebelum meminta sesuatu.

Di era digital, konsistensi kehadiranmu secara online bisa menjadi pengganti puluhan acara networking fisik yang menguras waktu dan energi.

5. Cari Komunitas yang Satu Frekuensi

Networking paling organik terjadi ketika kamu berada di lingkungan yang memiliki nilai dan tujuan yang sama. Bergabunglah dengan komunitas profesional, forum diskusi, atau kelompok perempuan di industri yang kamu geluti. Salah satunya adalah Citi Indonesia, melalui kelompok afinitas karyawan bernama Citi Indonesia Women Network (IWN).

Salah satu programnya menghadirkan diskusi interaktif dengan para pemimpin perempuan dari berbagai sektor industri, ruang yang memungkinkan perempuan belajar langsung dari mereka yang sudah lebih dulu menapaki jalan kepemimpinan.

"Kami berbagi pengalaman pribadi, strategi leadership, serta wawasan mengenai pentingnya memiliki kepemimpinan yang tangkas (agile leadership) untuk menghasilkan pengaruh positif, kemampuan untuk mengambil keputusan yang lebih dinamis, dan dampak yang berkelanjutan di perusahaan maupun masyarakat," kata Country Counsel Citi Indonesia, Vera Sihombing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di sinilah koneksi berubah dari sekadar kenalan menjadi hubungan yang saling mendukung, karena ada shared purposeyang mengikat.

Perempuan yang berhasil dalam kariernya hampir selalu punya satu kesamaan: mereka dikelilingi oleh orang-orang yang percaya pada kemampuan mereka. Dan kepercayaan itu tidak datang tiba-tiba, ia dibangun, sedikit demi sedikit, melalui setiap percakapan bermakna yang pernah terjadi.