Daya Beli Lesu tapi Warga RI Masih Doyan Belanja Barang Branded

Suasana Bazaar Barang Branded
Suasana Bazaar Barang Branded

Lesunya daya beli masyarakat menjadi sorotan karena berimbas pada roda perekonomian nasional. Namun, minat warga berburu barang branded tetap tinggi. 

Founder Irresistible Bazaar, Marisa Tumbuan, mengungkapkan bahwa tren belanja preloved nyaris tidak berubah dari tahun ke tahun. Sebagai informasi, Irresistible Bazaar memang dikenal sebagai destinasi bagi kolektor dan pemburu barang preloved berkualitas.

"Tren, masih sama. Kalau dilihat lainnya gak terlalu berbeda signifikan gitu dari tahun ke tahun," saat ditemui di Lippo Mall Nusantara pada Kamis, 27 November 2025.

Marissa menambahkan, para pengunjung yang datang biasanya sudah tahu apa yang ingin mereka beli, baik tas, jam, perhiasan atau barang-barang vintage lainnya. Mereka juga dengan sadar menyesuaikan kemampuan keuangan masing-masing di tengah ketidakpastian ekonomi untuk mendapat barang impiannya. 

Founder Irresistible Bazaar, Marisa Tumbuan

Founder Irresistible Bazaar, Marisa Tumbuan

Ia menegaskan, Irresistible Bazaar tidak menjual barang yang sudah out of fashion alias sudah ketinggalan zaman. Bahkan, beberapa barang yang dijual bisa dibilang ‘like new’, baru dibeli beberapa bulan lalu, dan langsung dijual kembali karena pemilik ingin mengganti koleksinya.

"Bukan seperti barang yang baratnya itu udah puas pakai baru ditaruh di sini," ujar Marisa.

Marisa menyoroti kecenderungan masyarakat Tanah Air yang memilih untuk tetap membeli barang asli sebagai bentuk menghargai sebuah merek. Pasar preloved menawarkan fleksibilitas yeng lebih luas sehingga memungkinkan masyarakat dari berbagai kalangan untuk membeli produk branded dengan sesuai kemampuan kantong.  

“Misalnya yang tadinya sukanya atau budgetnya dia untuk brand A mungkin dia shifting ke brand lain. Tapi tetap membuat user ini tidak mengecilkan atau meremehkan mengenai autentik,” jelasnya.

Fenomena ini membuktikan bahwa minat terhadap barang branded tidak sepenuhnya tergantung pada kondisi ekonomi. Masyarakat Indonesia tetap doyan berburu produk berkualitas, apalagi jika ditawarkan dalam format preloved yang lebih terjangkau dan fleksibel.

Bagi pelaku bisnis, kata Marisa, dinamika ini tetap menuntut strategi cermat. Baginya, fluktuasi bisnis adalah hal yang wajar dan ia yakin bahwa setiap kondisi ada jalan keluar.

“Bisnis itu bisa up and down ya. Saya juga seller ya. Jadi up and downnya kita sesuaikan aja. Kalau dibilang masih untung alhamdulillah,” tuturnya.

Menutup rangkaian di tahun 2025, Irresistible Bazaar hadir pertama kali Lippo Mall Nusantara yang merupakan wajah baru dari Plaza Semanggi. Selain itu, pelaksanaan di akhir bulan November bertepatan dengan momen libur panjang.

Di mana biasanya, orang-orang akan mencari baju hingga tas baru untuk menyempurnakan outfit saat berlibur. Lokasinya strategis di lingkungan perkantoran menjadi solusi bagi para pekerja kantoran yang ingin melihat maupun hunting barang branded dengan waktu terbatas.