Khianat dan Selingkuh: Gejala Penyakit Hati yang Berbahaya Menurut Islam
Dalam pandangan Islam, perselingkuhan bukan hanya pelanggaran terhadap komitmen dan kesucian pernikahan, tetapi juga tergolong sebagai salah satu bentuk penyakit hati. Perbuatan ini muncul dari hati yang tidak bersih, jauh dari rasa takut kepada Allah, dan hilangnya amanah serta kejujuran.
Selingkuh terjadi ketika seseorang menuruti hawa nafsu, mengabaikan tanggung jawab moral dan spiritual, serta tidak menjaga kehormatan diri maupun pasangannya. Allah SWT berfirman:
إِنَّ ٱللَّهَ يَأۡمُرُكُمۡ أَن تُؤدُّواْ ٱلۡأَمَٰنَٰتِ إِلَىٰٓ أَهۡلِهَا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu untuk menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya.”
(QS. An-Nisa: 58)
Mengapa Selingkuh Disebut Penyakit Hati?
Selingkuh bukan hanya kesalahan fisik, tetapi lebih dalam: ia berasal dari kerusakan hati (maradhul qulub). Jika hati sudah dipenuhi hawa nafsu, dusta, dan khianat, maka seseorang akan mudah tergelincir pada maksiat.
Allah SWT menyebut kondisi hati yang sakit dalam firman-Nya:
فِي قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًاۖ
“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya.”
(QS. Al-Baqarah: 10)
Menurut ulama, penyakit hati yang berkaitan dengan perselingkuhan biasanya muncul dari beberapa sifat berikut:
Penyebab Batin Bentuk Penyakit Hati
Hilangnya amanah Khianat
Nafsu tak terkendali Mengikuti hawa nafsu
Cinta dunia dan syahwat Syahwat berlebih
Lemahnya iman Tidak takut dosa
Selingkuh juga menunjukkan lemahnya rasa muraqabah, yaitu kesadaran bahwa Allah selalu mengawasi. Ketika hati sudah jauh dari zikir, seseorang akan lebih takut ketahuan oleh pasangan daripada takut kepada Allah.
Islam Menganjurkan Agar Hati Dijaga
Islam mengajarkan bahwa hati adalah pusat dari amal perbuatan. Jika hati baik, maka seluruh perilaku akan baik. Rasulullah SAW bersabda:
أَلَا وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً... إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ
“Ketahuilah, dalam tubuh ada segumpal daging. Jika ia baik, maka baik seluruh tubuh; jika ia rusak, maka rusaklah seluruh tubuh. Itulah hati.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Bagaimana Mengobati Penyakit Hati Ini?
Islam memberikan beberapa cara untuk menjaga dan membersihkan hati dari kerusakan dan maksiat, termasuk godaan perselingkuhan:
- Tazkiyatun Nafs (membersihkan jiwa dengan taubat dan istighfar)
- Menjaga amanah dan menepati janji
- Menundukkan pandangan (ghaddul bashar)
- Banyak berzikir dan menjaga shalat
- Menumbuhkan rasa takut (khauf) dan malu kepada Allah
Dalam Islam, perselingkuhan bukan hanya dosa besar, tetapi juga cermin dari penyakit hati, karena muncul dari sifat khianat, nafsu yang tak terkendali, dan lemahnya iman. Penyakit hati bisa disembuhkan apabila seseorang kembali kepada Allah, menjaga kejujuran, serta membersihkan hati melalui ibadah dan taubat.