Komparasi Harga Mobil Listrik di Bawah Rp 200 Jutaan
Kehadiran Changan Lumin di pasar Indonesia membawa gelombang baru dalam segmen kendaraan listrik ramah kantong.
Diluncurkan pada ajang Gaikindo Jakarta Auto Show (GJAW) 2025, Changan Lumin ditawarkan Rp 178 juta (OTR Jakarta).
Mobil ini tentu bakal bersaing dengan para rival nya yang sudah lebih dulu hadir di Tanah Air. Mulai dari pabrikan China, seperti Wuling Air ev, Seres E1, BYD Atto 1, hingga produsen asal Vietnam VinFast VF3.
Wuling Air ev bisa dibilang pionir mobil listrik terjangkau di Indonesia. Mobil listrik dengan desain futuristik ini masih menjadi pilihan banyak pengguna urban. Sementara Seres E1 hadir dengan desain yang lebih agresif, namun dimensinya tidak jauh berbeda dari Air EV.
Test Drive BYD Atto 1
Untuk VinFast VF3 punya desain yang cukup beda dari para pesainngnya. VF3 hadir dengan tampilan yang lebih boxy serta ground clearance yang lebih tinggi, cocok untuk para pencinta mobil off roda.
Adapun untuk BYD Atto 1 hadir sebagai opsi paling fresh. Mobil listrik asal China ini langsung mendapat respon positif usai diluncurkan. Bahkan penjualannya, mampu mencatat 9.396 unit dan menjadi mobil terlaris pada Oktober 2025.
Dengan banyaknya model baru, harga menjadi aspek paling sensitif bagi konsumen terutama bagi mereka yang baru pertama kali melirik mobil listrik sebagai kendaraan harian. Berikut komparasi harga mobil listrik di bawah Rp 200 juta :
Changan
Lumin Rp 178 juta
BYD
Atto 1 Dynamic : Rp 199 juta
Seres
Seres E1 B-Type : Rp 189 juta
VinFast VF3
VF 3 : Rp 152 juta (berlangganan baterai)
VF 3 : Rp 192,28 juta (sudah termasuk baterai)
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.