Pilih Tinggal di Pedasaan Jepang Bisa Dibayar Rp 300 Jutaan, Tertarik?

Pilih Tinggal di Pedasaan Jepang Bisa Dibayar Rp 300 Jutaan, Tertarik?

Jepang kembali mencari cara untuk mengatasi masalah penurunan jumlah penduduk di daerah pedesaan.

Salah satunya dengan menawarkan bantuan dana hingga jutaan yen bagi keluarga yang bersedia pindah dan menetap di wilayah luar kota besar.

Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah Jepang untuk menghidupkan kembali daerah-daerah yang mulai kehilangan penduduk akibat urbanisasi.

Selama beberapa dekade terakhir, banyak warga memilih pindah ke kota-kota besar seperti Tokyo, Osaka, dan Nagoya untuk mencari pekerjaan maupun pendidikan yang lebih baik.

Kini, pemerintah daerah di berbagai wilayah Jepang justru berlomba menarik pendatang baru dengan menawarkan insentif berupa uang tunai, bantuan tempat tinggal, hingga peluang kerja.

Jepang hadapi krisis populasi di daerah pedesaan

Dilansir Kompas.com dari Daily Mirror, pemerintah Jepang menilai konsentrasi penduduk di kota-kota besar semakin mengkhawatirkan.

Saat ini, lebih dari 37 persen populasi Jepang tinggal di tiga kawasan metropolitan utama, yakni Tokyo, Osaka, dan Nagoya.

Sementara itu, banyak daerah pedesaan mengalami penurunan jumlah penduduk yang signifikan.

Bahkan, Kementerian Dalam Negeri Jepang memperkirakan hampir setengah dari lebih dari 1.700 pemerintah daerah di negara tersebut berisiko kehilangan fungsi sosial dan ekonomi pada 2040 jika tren ini terus berlanjut.

Kondisi tersebut membuat pemerintah pusat dan daerah berupaya menarik penduduk baru untuk tinggal di kawasan yang lebih sepi.

Melalui program relokasi ini, keluarga yang memenuhi syarat dapat memperoleh bantuan hingga 3 juta yen atau sekitar Rp 300 juta.

Selain itu, tersedia tambahan bantuan untuk keluarga yang membawa anak. Dalam beberapa program daerah, pemerintah setempat juga menawarkan dana relokasi, bantuan biaya menetap, hingga dukungan renovasi rumah.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meringankan biaya pindah sekaligus mendorong lebih banyak orang mempertimbangkan hidup di luar kota besar.

Warga asing bisa mendaftar? 

Menariknya, program ini tidak hanya ditujukan bagi warga negara Jepang. Pemerintah menerapkan syarat yang sama bagi warga asing maupun warga Jepang.

Penilaian dilakukan berdasarkan riwayat tempat tinggal dan pekerjaan, bukan kewarganegaraan.

Warga asing yang telah tinggal dan bekerja di kawasan metropolitan Tokyo selama minimal lima tahun serta memiliki izin tinggal yang sesuai, seperti visa kerja, visa pasangan, atau status penduduk tetap, berpeluang mengikuti program ini.

Salah satu daya tarik utama program relokasi Jepang adalah keberadaan "Akiya Bank", yaitu basis data rumah-rumah kosong yang tersedia di berbagai daerah.

Di lebih dari 1.300 kota dan desa, calon pendatang dapat menemukan rumah yang dijual dengan harga sangat murah, bahkan ada yang ditawarkan gratis.

Sebagian rumah memang membutuhkan renovasi, tetapi sejumlah pemerintah daerah menyediakan subsidi tambahan untuk membantu biaya perbaikan maupun penataan ulang bangunan.

Selain bantuan tempat tinggal, beberapa daerah juga menawarkan kesempatan kerja bagi pendatang baru.

Program revitalisasi daerah yang dijalankan pemerintah Jepang membuka peluang di berbagai sektor, mulai dari pengelolaan penginapan, pariwisata, pertanian modern, hingga pengembangan teknologi di wilayah pedesaan.

Peserta program biasanya juga mendapatkan pendampingan terkait tempat tinggal, pekerjaan, hingga proses administrasi yang diperlukan.

Tantangan program relokasi penduduk di Jepang

Meski terlihat menarik, program relokasi ini tetap memiliki sejumlah tantangan. Kemampuan berbahasa Jepang menjadi salah satu syarat penting karena kehidupan sehari-hari di daerah pedesaan umumnya masih menggunakan bahasa Jepang secara penuh.

Selain itu, akses terhadap pinjaman renovasi rumah maupun produk kredit tertentu bisa lebih sulit diperoleh bagi warga asing yang belum memiliki status penduduk tetap.

Meski demikian, berbagai subsidi yang ditawarkan pemerintah dapat membantu mengurangi beban biaya yang harus ditanggung pendatang.

Maka dari itu, program ini bisa menjadi kesempatan menarik untuk memulai kehidupan baru di Jepang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang