Alumni Power Movement, Ketika Generasi Muda Memilih Berkontribusi daripada Sekadar Pamer
Di tengah tren gaya hidup modern yang kerap menonjolkan pencapaian pribadi dan pencitraan di media sosial, muncul fenomena baru yang jauh lebih bermakna yakni budaya kontribusi.
Generasi muda kini mulai melihat bahwa nilai sejati bukan diukur dari seberapa glamor pesta reuni, tetapi seberapa besar dampak yang bisa mereka berikan kembali kepada almamater dan komunitas.
Fenomena ini tergambar jelas dalam perayaan Lustrum ke-12 SMA Pangudi Luhur Jakarta, di mana alumni lintas generasi bersatu bukan hanya untuk bernostalgia, tetapi menghadirkan aksi nyata mulai dari kegiatan sosial, pembangunan fasilitas, hingga penguatan karakter siswa.
Mengusung tema #BikinGeter, rangkaian acara berlangsung meriah sejak siang hingga malam, dan disiarkan langsung lewat kanal YouTube Brawijaya Broadcast, menjangkau alumni serta keluarga besar sekolah tersebut dari berbagai kota.
"Perayaan ini bukan sekadar pesta, melainkan momentum penting mempererat hubungan antar alumni lintas generasi sekaligus menegaskan kontribusi nyata bagi almamater," kata Ketua Ikatan Alumni Pangudi Luhur, Ichsan Perwira Kurniagung dalam keterangannya.
Ilustrasi Acara reuni
Rangkaian Kegiatan
Sejak September hingga awal November, berbagai kegiatan telah dilakukan.
Mulai dari Retro Walk Sana Kenal Kota, tur sejarah di sekitar Kebayoran Baru, kegiatan sosial di RSAB Harapan Kita bersama anak penderita kanker, hingga kompetisi olahraga PL Padel Open 2025 dan PL Ping Pong Tournament bagi alumni.
Nilai kebhinekaan juga ditampilkan melalui Misa Syukur di Gereja Katedral dan Shalat bersama di Masjid Istiqlal, menegaskan karakter pluralisme yang menjadi ciri khas sekolah. Rangkaian ditutup dengan Fun Run PLARI PAGI di Jl. Jenderal Sudirman, diikuti ratusan peserta dari berbagai kalangan.
Acara puncak dimulai pukul 13.00 WIB, dibuka dengan penampilan siswa.
Suasana hangat dan penuh nostalgia langsung terasa, saat alumni dari berbagai angkatan kembali ke kampus.
Apresiasi diberikan kepada siswa dan alumni berprestasi di cabang olahraga padel dan tenis meja, termasuk tim BRABAS (Brawijaya Basketball) yang berhasil masuk empat besar DBL DKI Jakarta. Panggung sore menampilkan band alumni, memancarkan tradisi seni dan budaya musik yang kuat di sekolah tersebut.
Malam hari, Soft Launching Patung Bruder Honoratus menjadi momen istimewa. Bruder Honoratus merupakan figur sentral dalam sejarah SMA ini, dikenal atas dedikasi dan kontribusinya dalam membentuk karakter para siswa.
Pendirian patung ini menjadi simbol penghormatan sekaligus pengingat akan nilai-nilai integritas, disiplin, dan pelayanan yang diajarkannya. Patung ini mengenang dedikasi figur sentral yang membentuk karakter siswa, sekaligus mengingatkan nilai integritas, disiplin, dan pelayanan.
Lustrum ke-12 SMA Pangudi Luhur Jakarta tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memperkuat jejaring alumni, mendorong kolaborasi lintas generasi, dan menegaskan kontribusi nyata bagi perkembangan sekolah.
"Semangat kebersamaan ini menjadi fondasi penting menyongsong masa depan pendidikan yang relevan dan berdampak," ungkap Ketua Ikatan Alumni Pangudi Luhur, Ichsan Perwira Kurniagung.