Top 5+ Peran Generasi Muda dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi

Ilustrasi Gen Z, 1. Meningkatkan Literasi Keuangan Digital, 2. Menjadi Penggerak Utama Ekonomi Digital Daerah, 3. Mendukung Percepatan Transaksi Digital, 4. Menjadi Garda Terdepan Melawan Risiko Digital, 5. Mendorong Inovasi, Kolaborasi, dan Ekosistem Digital Inklusif
Ilustrasi Gen Z

 Lifestyle – Generasi muda Indonesia kini memegang peran yang jauh lebih strategis dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Di era digital yang serba cepat, kemampuan anak muda beradaptasi dengan teknologi, berpikir kritis, dan memanfaatkan peluang ekonomi kreatif menjadi modal besar untuk mendorong inklusi keuangan dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Berbagai institusi mulai dari regulator hingga pelaku industri teknologi finansial terus mengarahkan edukasi dan inovasi kepada kelompok ini. Langkah terbaru datang dari Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) melalui program edukasi Indonesia Fintech Youth Community (INFINITY).

Program ini menjadi sorotan dalam rangkaian Bulan Fintech Nasional (BFN) 2025 karena menempatkan generasi muda sebagai motor penggerak percepatan digitalisasi, terutama di wilayah dengan potensi pertumbuhan ekonomi digital yang sedang berkembang seperti Bangka Belitung.

program edukasi Indonesia Fintech Youth Community (INFINITY), 1. Meningkatkan Literasi Keuangan Digital, 2. Menjadi Penggerak Utama Ekonomi Digital Daerah, 3. Mendukung Percepatan Transaksi Digital, 4. Menjadi Garda Terdepan Melawan Risiko Digital, 5. Mendorong Inovasi, Kolaborasi, dan Ekosistem Digital Inklusif

program edukasi Indonesia Fintech Youth Community (INFINITY)

Berikut lima peran strategis generasi muda dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia modern:

1. Meningkatkan Literasi Keuangan Digital

Kemampuan generasi muda mengakses, memahami, dan menggunakan layanan keuangan digital menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi yang inklusif. AFTECH menegaskan bahwa anak muda perlu memahami cara mengelola uang, mengenali penipuan digital, hingga menggunakan fintech secara aman dan bertanggung jawab. Dengan literasi yang kuat, generasi muda menjadi pengguna fintech yang cerdas sekaligus agen edukasi bagi lingkungan sekitarnya.

2. Menjadi Penggerak Utama Ekonomi Digital Daerah

Bangka Belitung menjadi contoh menarik bagaimana potensi ekonomi digital dapat tumbuh pesat. Provinsi ini menempati peringkat kedua dalam Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025, menunjukkan kesiapan masyarakatnya terhadap ekosistem digital. Generasi muda berperan sebagai penggerak kreatif, mulai dari kuliner, kriya, hingga pariwisata yang semakin berkembang melalui pemanfaatan teknologi finansial dan pemasaran digital.

3. Mendukung Percepatan Transaksi Digital

Menurut data Bank Indonesia, transaksi QRIS di Bangka Belitung melonjak 164,24% year-on-year, dengan lebih dari 13 juta transaksi hingga Oktober 2025. Tingginya adopsi ini tidak lepas dari dominasi generasi muda yang cepat mengadopsi digital payment sebagai gaya hidup. Kabupaten dan kota yang semakin melek digital pun memiliki peluang lebih besar dalam mendorong pertumbuhan UMKM serta memperluas pasar.

4. Menjadi Garda Terdepan Melawan Risiko Digital

Pertumbuhan ekonomi digital yang cepat juga menghadirkan ancaman serius seperti fintech ilegal, scam, dan judi online. Di sinilah generasi muda berperan penting. Seperti ditegaskan BI dan OJK, anak muda memiliki kapasitas menjadi frontliner dalam kampanye literasi risiko digital—mengedukasi teman, keluarga, dan komunitas untuk hanya menggunakan layanan legal dan terdaftar. Kecakapan ini menjaga ekosistem ekonomi digital tetap sehat dan berkelanjutan.

5. Mendorong Inovasi, Kolaborasi, dan Ekosistem Digital Inklusif

Pemerintah menargetkan indeks inklusi keuangan mencapai 91% pada 2025 dan terus meningkat hingga 2045. Target ini hanya dapat tercapai dengan kolaborasi antara regulator, industri, dan generasi muda. Melalui INFINITY Goes to Campus dan kegiatan BFN, anak muda diberi ruang untuk berjejaring, mengikuti job fair, mendapatkan pelatihan, hingga berkompetisi dalam inovasi digital. Partisipasi aktif mereka memperkuat ekosistem ekonomi digital yang inklusif,

Generasi muda bukan sekadar pengguna teknologi, tetapi kekuatan utama yang mendorong percepatan ekonomi digital Indonesia. Dengan literasi keuangan yang baik, kemampuan memanfaatkan teknologi, dan peran aktif dalam menjaga ekosistem digital tetap aman, mereka menjadi pilar penting bagi pertumbuhan ekonomi nasional. Melalui program edukatif seperti INFINITY dan rangkaian Bulan Fintech Nasional, peluang bagi anak muda untuk terlibat dan berkontribusi semakin terbuka lebar.