Mengapa Banyak Pasangan Muda Memilih Konsep Intimate Wedding? Ini Penjelasan Wedding Planner

intimate wedding, alasan memilih intimate wedding, tren pernikahan intimate wedding, mengapa intimate wedding semakin diminati, Mengapa Banyak Pasangan Muda Memilih Konsep Intimate Wedding? Ini Penjelasan Wedding Planner

Beberapa tahun terakhir, konsep intimate wedding semakin digemari oleh pasangan muda.

Hal ini tentu saja berbanding terbalik dengan tahun-tahun ketika semua orang ingin menggelar acara pernikahan yang megah di gedung berkapasitas besar.

Alasan intimate wedding lebih diminati

Jika resepsi besar dianggap sebagai simbol kesuksesan, bagaimana dengan intimate wedding? Mengapa pasangan muda saat ini lebih tertarik dengan konsep pernikahan tersebut?

“Anak muda banyak yang menyukai intimate wedding karena lebih simpel,” ungkap seorang wedding planner dari Marry Me Weddings, Jovian Sulaiman, saat ditemui di Bridestory Market 2025 di Hall 1-1 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Kabupaten Tangerang, Kamis (2/10/2025).

Acara pernikahan yang digelar besar-besaran umunya mengundang banyak orang, sehingga pasangan pengantin harus berdiri di pelaminan dalam waktu lama untuk bersalaman dengan para tamu undangan. 

Jovi menuturkan, zaman dahulu mungkin para pengantin senang dengan konsep pernikahan seperti itu, karena terkesan seperti menjadi “bintang” pada saat itu. Namun, tidak demikia dengan saat ini.

Seiring berjalannya waktu, para pasangan di masa kini semakin menyadari betapa melelahkannya harus berdiam diri di pelaminan selama berjam-jam. Bahkan, untuk sekadar makan dan minum pun sulit.

“Kalau pernikahan yang seperti itu, yang cuma salaman saja, kan jenuh. Dan mereka jadi enggak fleksibel. Belum lagi kalau tamunya sampai seribu atau dua ribu orang. Makanya rata-rata sekarang lebih suka pernikahan yang simpel,” jelas dia.

Belum lagi, jika mayoritas tamu undangan merupakan teman-teman dan kerabat orangtua pengantin perempuan dan pengantin pria.

Hal ini biasanya erat kaitannya dengan anggapan, bahwa pernikahan adalah hajat bagi orangtua, sehingga wajar jika orangtua terkesan ingin "memamerkan" anaknya yang menikah.

“Kalau pernikahan ‘tradisional’, tamu dari pihak orangtua kan bisa sampai seribuan,” ujar Jovi.

Sementara itu, intimate wedding hanya mengundang orang-orang yang benar-benar dekat dengan pengantin dan orangtua.

Pengantin pun tidak harus duduk di pelaminan untuk bersalaman dengan para tamu undangan.

Sebab, intimate wedding mengusung suasana yang akrab, yang mana para tamu memiliki kedekatan emosional dengan pengantin. Mereka bisa berbaur dengan bebas dengan pengantin.

Di saat situasi tidak menentu, Kompas.com tetap berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update terkini dan notifikasi penting di Aplikasi Kompas.com.