Media Israel Sorot Kisruh di PBNU

Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di kantor PCNU Surabaya.
Ketum PBNU KH Yahya Cholil Staquf di kantor PCNU Surabaya.

 Media asing, Times of Israel menyoroti dinamika internal yang terjadi di Nahdlatul Ulama (NU), setelah muncul desakan agar Ketua Umum Yahya Cholil Staquf mundur dari jabatannya.

Desakan itu muncul setelah Gus Yahya mengundang seorang ulama asal Amerika Serikat yang dikenal mendukung Israel, ke acara internal NU pada Agustus lalu. 

Rais Aam PBNU, memberikan waktu tiga hari kepada Gus Yahya untuk menyatakan mundur atau berpotensi diberhentikan dari jabatan yang sudah ia duduki sejak 2021 silam.

Ketua Umum NU KH Yahya Cholil Staquf dan KH Anwar Iskandar di PC NU Surabaya.

“Pejabat NU, Najib Azca, menjelaskan bahwa keputusan itu berkaitan dengan undangan Staquf kepada mantan pejabat dan ulama AS, Peter Berkowitz, yang hadir dalam acara pelatihan NU pada Agustus,” tulis media itu, dikutip Minggu 23 November 2025.

Nama Berkowitz sendiri diketahui sering menyuarakan dukungan terhadap kampanye militer Israel di Gaza, termasuk melalui tulisan-tulisan yang dipublikasikan di situs webnya.

Sebelumnya, Staquf telah menyampaikan permintaan maaf atas undangan tersebut. Ia mengaku lali karena tidak memeriksa latar belakang Berkowitz secara menyeluruh. Ia juga menegaskan sikapnya mengutuk “tindakan genosida Israel di Gaza.”

“Israel membantah tuduhan genosida yang diarahkan kepadanya sejak operasi militer terhadap Hamas menyusul serangan 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 orang disandera,” tulis media itu.

Berkowitz tercatat pernah berbicara dalam seminar NU mengenai sejarah pemikiran politik Barat pada Agustus lalu. Ia juga menulis sejumlah artikel yang membela kampanye Israel di Gaza, termasuk upaya membantah tuduhan genosida terhadap Israel. 

Indonesia, sebagai negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, tidak memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Israel dan secara konsisten mengecam tindakan Israel di Gaza.

Dinamika internal NU ini pun menjadi perhatian publik, terutama karena kiprah organisasi tersebut yang memiliki sekitar 100 juta anggota dan pengaruh besar dalam lanskap sosial-keagamaan Indonesia.