Thibaut Courtois: Lamine Yamal Akan Tandai Sebuah Era, tetapi...
Thibaut Courtois kembali menghidupkan perdebatan seputar El Clásico terakhir melalui cuplikan wawancaranya bersama Cadena COPE.
Dalam penjelasannya, kiper Real Madrid tersebut menyebut bahwa pernyataan Lamine Yamal sebelum laga membuat atmosfer pertandingan El Clasico semakin panas, sekaligus memotivasi para pemain Madrid.
El Clasico tersebut berlangsung tegang sejak sebelum kick-off, setelah Lamine melontarkan komentar yang menuduh Real Madrid sebagai tim yang “mencuri dan mengeluh”.
Situasi makin memanas setelah pertandingan berakhir, ketika terjadi dugaan “pengusiran” terhadap pemain Barcelona di area stadion.
“Bagi saya, Lamine adalah pemain hebat. Ia akan menjadi pemain yang menandai era di Barcelona,” ujar Courtois seperti dikutip dari Diario Sport.
“Tapi ia berbicara dengan cara tertentu, memanaskan suasana, dan jelas media langsung meloncat menangkap hal itu.”
Pengakuan Courtois Soal Adu Kata di Lapangan
Courtois juga menjelaskan insiden kecil setelah laga ketika dirinya sempat mendekati Lamine. Ia menuturkan bahwa momen itu terjadi spontan akibat tensi pertandingan yang sangat tinggi.
“Saya melihat dia bicara dengan Carva (Carvajal), ada sesuatu yang mulai terjadi, jadi saya juga mengatakan sesuatu kepadanya,” kata kiper berusia 33 tahun tersebut.
“Saat adrenalin tinggi, Anda bisa saja mengucapkan hal-hal yang sebenarnya tidak perlu.”
Kiper Real Madrid, Thibaut Courtois, memberi reaksi pada pertandingan matchday 3 Liga Champions, Real Madrid vs Juventus, bergulir di Estadio Santiago Bernabeu, Madrid, pada Rabu (22/10/2025) atau Kamis dini hari WIB.
Kiper asal Belgia itu menambahkan bahwa komentar Lamine justru membantu Madrid mengubah arah hasil El Clásico setelah sebelumnya kalah empat kali.
“Setelah kalah empat kali, kami butuh api itu: mereka adalah musuh dan kami harus mengejar mereka,” ungkap Courtois.
“Barca Juga Tak Hormati Kami Saat Menang”
Courtois mengatakan bahwa ketegangan adalah bagian alami dari rivalitas terbesar di Spanyol tersebut.
Kiper yang telah delapan musim memperkuat Real Madrid tersebut juga menilai bahwa Barcelona pun tidak menunjukkan rasa hormat ketika berhasil mengalahkan Los Blancos pada kesempatan sebelumnya.
“Itulah yang terjadi dalam sebuah Clasico, kami membutuhkan atmosfer seperti itu. Ketika mereka mengalahkan kami, mereka juga tidak menunjukkan rasa hormat,” ujarnya.
Meski begitu, Courtois melunakkan pernyataannya dengan menegaskan bahwa tidak ada masalah pribadi antara dirinya dan Lamine.
“Jika besok saya bertemu Lamine di restoran, saya akan menyapanya. Tidak ada masalah. Semua itu hanya bagian dari sepak bola,” tutur pemilik 304 penampilan bagi Los Blancos tersebut.
Juanma Castano, pembawa acara program tersebut, menyoroti bahwa komentar Lamine menjadi “bahan bakar” bagi Real Madrid.
Courtois pun membenarkannya.
“El Clasico selalu memotivasi, tetapi mendengar komentar seperti itu bisa membuat Anda semakin bersemangat, terutama jika Anda seorang pemenang atau ingin menang. Itu hal yang bersifat pribadi bagi setiap pemain,” tutupnya.