AWS re:Invent 2025 Resmi Digelar, Pamerkan Teknologi Agentic AI yang Makin "Gaspol"
- AWS resmi membuka re:Invent 2025 di Las Vegas dengan fokus besar pada agentic AI, menghadirkan lebih dari 600 sesi teknis, demo, dan workshop untuk membahas implementasi AI otonom di berbagai sektor industri. Jurnalis KOMPAS.com melaporkan langsung dari lokasi bahwa ribuan peserta dari seluruh dunia mulai memadati area The Venetian sejak akhir pekan.
- Lima keynote utama dari jajaran pimpinan AWS, termasuk CEO Matt Garman dan CTO Amazon Werner Vogels yang akan mengupas arah baru cloud computing di era agentic AI, mulai dari pondasi infrastruktur, kemitraan global, hingga perubahan pola kerja developer.
- Selain keynote, peserta juga disuguhi innovation talks, area expo, dan sesi praktik langsung yang terbuka bagi pengunjung fisik maupun virtual.
- Perusahaan cloud computing asal Amerika Serikat, Amazon Web Services (AWS) resmi menggelar acara tahunannya bertajuk "re:Invent 2025" pada hari ini, Senin (1/12/2025) waktu Amerika Serikat atau Selasa (2/12/2025) dini hari waktu Indonesia.
AWS re:Invent 2025 digelar di Convention Hall he Venetian Hotel, Las Vegas, Nevada Amerika Serikat pada 1-5 Desember waktu AS atau pada 2-6 Desember waktu Indonesia.
Jurnalis KOMPAS.com Galuh Putri Riyanto hadir dan mengikuti langsung ajang yang secara umum membahas soal bisnis serta inovasi perusahaan dalam teknologi cloud computing ini.
Pantauan di lapangan, peserta, developer, pelaku enterprise, pelanggan, mitra AWS, hingga jurnalis dari berbagai negara sudah mulai berdatangan ke sekitar wilayah The Strip Las Vegas, lokasi utama acara AWS re:Invent diadakan, sejak Sabtu (29/11/2025).
Jurnalis KOMPAS.com Galuh Putri Riyanto berkesempatan mengikuti langsung ajang AWS re:Invent 2025 di Las Vegas, Nevada pada 1-5 Desember.
Fokus pada agentic AI
Tahun ini, AWS menjadikan agentic AI sebagai tema besar. Saat ini, konsep Agentic AI sendiri sudah mulai diterapkan di berbagai sektor. Bahkan sejumlah riset meramalkan agentic AI akan makin "gaspol" dalam beberapa tahun ke depan.
Nah, selama lima hari, AWS re:Invent 2025 bakal menyajikan 600 sesi teknis untuk membahas bagaimana sistem AI otonom dapat mengerjakan tugas, mengambil keputusan, hingga menjalankan workflow kompleks tanpa banyak campur tangan manusia.
Lewat ratusan sesi yang tersebar selama lima hari, peserta akan melihat bagaimana agentic AI mulai dipakai di industri kreatif, media, manufaktur, layanan publik, hingga otomotif.
AWS juga menyiapkan demo, lab, hingga sesi arsitektur untuk menjelaskan implementasinya dari hulu ke hilir.
Parade keynote dari jajaran pimpinan AWS
Seperti tahun-tahun sebelumnya, re:Invent selalu identik dengan rangkaian keynote dari para pimpinannya. Tahun ini ada lima keynote utama dari para bos AWS yang memaparkan arah baru perusahaan di era agentic AI.
Keynote opening bakal diisi oleh CEO AWS Matt Garman dengan sesi berjudul How AWS Is Shaping The Future of Cloud Tech pada Selasa (2/12/2025).
Acara akan resmi dibuka oleh keynote dari CEO AWS Matt Garman, bertajuk "How AWS Is Shaping The Future of Cloud Tech" pada Selasa (2/12/2025).
Bos AWS yang diangkat pada Juni 2024 ini bakal memaparkan bagaimana AWS ingin “me-reinvent” alias membangin ulang pondasi cloud agar dapat menangani beban kerja AI yang makin berat.
Dalam sesi keynote yang dijadwalkan berlangsung selama dua setengah jam itu, Garman juga mengajak beberapa eksekutif dari Sony, Adobe, dan Writer selaku mitra dekat AWS untuk membahas strategi transformasi AI di masing-masing perusahaan.
Kemudian pada 3 Desember waktu AS, agenda berlanjut dengan fokus sepenuhnya ke agentic AI.
Dalam sesi keynote berjudul "The Future of Agentic AI is Here", Swami Sivasubramanian, VP Agentic AI AWS, bakal menjelaskan bagaimana AI generasi berikutnya bukan lagi sekadar model yang menjawab prompt, tetapi sistem otonom yang dapat merencanakan, mengeksekusi, dan menggandeng banyak langkah kerja sekaligus.
Swami disebut akan memperlihatkan layanan baru, alat pengembang, serta inovasi rekayasa yang memungkinkan perusahaan membangun agen AI yang aman, andal, dan bisa diskalakan di AWS.
Masih di hari yang sama, sesi keynote kedua akan diisi oleh Dr. Ruba Borno, VP Global Specialists dan Partners AWS.
Lewat sesi bertajuk "The Partnership Advantage", Borno akan mengulas bagaimana jaringan mitra AWS menjadi pendorong utama keberhasilan transformasi digital pelanggan di era agentic AI.
Rangkaian keynote berlanjut di hari Kamis (4/12/2025), dengan sesi “Infrastructure Innovations”.
Di sini, Peter DeSantis (SVP Utility Computing) bersama Dave Brown (VP Compute & ML Services) membedah jantung infrastruktur AWS, mulai dari desain silikon, server, jaringan global, hingga optimasi energi untuk kebutuhan AI yang makin besar.
Mereka bakal menjelaskan bagaimana inovasi dari level chip hingga layanan cloud dirancang untuk menangani beban kerja foundation model dan agentic AI yang semakin kompleks.
CTO Amazon, Dr. Werner Vogels akan menutup parade keynote dari pimpinan AWS pada Kamis (4/12/2025) sore waktu setempat.
Puncak acara ditutup oleh keynote penutup dari CTO Amazon, Dr. Werner Vogels, pada Kamis (4/12/2025) sore waktu setempat.
Sesi ini disebut selalu menjadi salah satu momen paling dinanti di re:Invent karena Vogels dikenal dengan presentasi teknis yang mendalam, video pembuka ala film, dan kaos bertema khusus yang selalu ia kenakan di panggung.
Dalam keynote tahun ini, Vogels membahas bagaimana pola kerja developer berubah di era AI. Ia menyoroti bagaimana AI mulai menjadi bagian langsung dari proses pengembangan software, mulai dari desain arsitektur, otomatisasi operasi, hingga optimalisasi biaya.
Vogels juga bakal memaparkan prinsip-prinsip desain modern yang digunakan AWS dan bagaimana developer dapat memanfaatkannya untuk membangun aplikasi yang lebih skalabel dan efisien.
AWS re:Invent 2025 resmi digelar pada 1-5 Desember 2025 di Las Vegas. Acara tahunan yang memasuki edisi ke-14 in menyajikan sesi keynote, diskusi, hingga expo.
Selain keynote, AWS menyiapkan 15 innovation talks untuk membahas topik yang lebih teknis seperti keamanan identitas, analitik data skala besar, efisiensi penyimpanan, dan pemanfaatan AI di layanan publik.Ada juga area expo di mana peserta AWS re:Invent 2025 dapat mencoba demo agentic AI, robotika otonom, prototipe aplikasi berbasis foundation model, hingga berbagai solusi keberlanjutan untuk operasional data center.
Peserta bisa mengikuti workshop praktik langsung yang dipandu instruktur, builder session interaktif bersama para ahli AWS, hingga sesi khusus pemrograman yang menampilkan demo kode secara langsung.
Ada juga chalk talk kolaboratif yang membahas tantangan arsitektur nyata, di mana peserta dan engineer AWS berdiskusi langsung untuk mencari solusi teknis yang bisa diterapkan di dunia industri.
Seperti sebelumnya, acara AWS re:Invent 2025 inidibuka untuk umum, baik secara online maupun menghadiri langsung di Las Vegas.
Apabila ingin menghadiri secara fisik, peserta harus membayar tiket sebesar 2.099 dollar as (sekitar Rp 34,8 juta).
Dengan tiket tersebut, peserta bisa mengikuti seluruh sesi konferensi sekaligus menjajal inovasi produk yang dipajang di area expo.
Sementara itu, apabila mengikuti secara virtual, peserta tidak akan dipungut biaya apapun alias gratis. Cukup mendaftar di situs resmi AWS re:Invent 2025 berikut ini: https://reinvent.awsevents.com
Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme. Berikan apresiasi sekarang