Viral Penjual Lumpia Basah di Bandung Bergaya Paspamres, Omzet Naik Dua Kali Lipat

Penjual Lumpia Basah di Bandung Bergaya Paspamres
Penjual Lumpia Basah di Bandung Bergaya Paspamres

Penjual lumpia basah umumnya identik dengan pakaian sederhana. Namun hal berbeda dilakukan seorang pedagang lumpia basah di Kota Bandung. Menggunakan setelan ala Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres), lengkap dengan jas hitam, dasi merah, dan sepatu formal, penjual lumpia basah di kawasan Dago ini sukses mencuri perhatian hingga viral di media sosial.

Dengan balutan jas hitam rapi, dasi merah, celana hitam panjang, serta sepatu formal, seorang pria bertubuh tegap tampak cekatan meracik tauge dan kulit lumpia di atas wajan panas. Penampilan yang tidak biasa itu sontak menarik perhatian para pembeli yang melintas.

Penjual Lumpia Basah di Bandung Bergaya Paspamres

Pria tersebut diketahui bernama Agus Hidayat, penjual lumpia basah dengan nama dagang D Cepot. Ia menjadi perbincangan warganet setelah sejumlah video dirinya berjualan dengan gaya menyerupai anggota Paspampres tersebar luas di media sosial.

Agus mengaku, ide mengenakan setelan formal tersebut awalnya tidak direncanakan. Gagasan itu muncul saat ia berdiskusi bersama empat rekannya yang juga berprofesi sebagai pedagang.

“Sempat mencoba berbagai jenis pakaian, mulai dari batik, baju adat Sunda berwarna putih, namun tidak aneh, dan akhirnya setelan paspamres akhirnya viral dan ramai penjualan,” kata Agus saat ditemui, Senin (5/12/2025).

Menurut Agus, popularitasnya mulai meningkat setelah diliput oleh beberapa food vlogger yang kebetulan datang ke lapaknya ketika ia mengenakan setelan ala Paspampres. Video tersebut kemudian menyebar luas dan membuat lapaknya semakin dikenal masyarakat, tidak hanya di Bandung, tetapi juga dari luar daerah.

“Sejak viral, pembeli terus berdatangan setiap hari, mulai dari jam buka pukul 09.00 WIB hingga sore bahkan malam hari, sampai jualan habis,” ujarnya.

Dampak dari viralitas tersebut terasa signifikan terhadap penjualan. Omzet harian Agus meningkat hingga dua kali lipat, mencapai sekitar Rp2,4 juta per hari dengan penjualan lebih dari 200 porsi lumpia basah.

Selain ramai di media sosial, gaya nyentrik Agus juga mendapat respons positif dari para pelanggan, termasuk pelanggan setianya. Meski sempat terkejut dengan perubahan penampilan, mereka justru mengaku senang karena dagangan Agus kini semakin dikenal luas.

Para pelanggan menilai, di balik penampilan unik tersebut, cita rasa lumpia basah buatan Agus tetap terjaga dan tidak berubah sejak dulu, menjadi alasan utama mereka terus kembali.

Saat ini, Agus terus mengembangkan usahanya dengan memanfaatkan media sosial. Ia bahkan memiliki akun khusus untuk berjualan dan rutin melakukan siaran langsung di platform TikTok untuk mempromosikan lumpia basahnya sekaligus menampilkan gaya khasnya saat berjualan. (Laporan:Cepi Kurnia, tvOne, Bandung)