Waspada, Banyak "Botox" Ilegal di Toko Online

botulinum toksin, suntik botox, Waspada, Banyak

Belakangan, marak penjualan produk botulinum toksin, atau lebih dikenal sebagai botox, di toko online dengan harga murah. Masyarakat perlu waspada karena botulinum toksin termasuk obat, bukan perawatan kosmetik biasa.

Suntik botulinum toksin menjadi salah satu prosedur kecantikan paling laris di dunia berkat efeknya yang cepat dalam merilekskan otot dan menghaluskan garis-garis halus. Wajah pun kembali terlihat kencang setelah suntik.

Dokter spesialis kulit Anesia Tania Sp.DVE, FINSDV, mengingatkan bahwa toksin botulinum adalah obat yang bekerja pada sistem saraf dan penyuntikannya termasuk tindakan medis karena itu hanya gunakan produk yang resmi dan aman. 

"Kalau harganya murah kadang-kadang kita mesti curiga, apakah obatnya tidak legal, produk palsu, mungkin produknya tidak diambil secara legal dari distributor yang betul, atau bisa juga dosisnya dikurangi," kata dr.Anesia dalam acara temu media yang diadakan oleh Daewoong Indonesia di Jakarta (13/11/2025).

Ia mengatakan, produk toksin yang dijual secara online banyak dicari karena masyarakat tergiur oleh harga murah tanpa mengetahui apa efek sampingnya.

"Masyarakat perlu diedukasi bahwa tidak segampang itu membeli produk toksin. Ingat, ini adalah obat dan yang menyuntikkan juga harus dokter," katanya.

Selain untuk alasan kosmetik, suntik toksin juga bisa dipakai untuk alasan medis, seperti pada kasus migrain kronis, keringat berlebih, hingga gangguan otot.

Penyimpanan rantai dingin botulinum toksin 

Head of Daewoong Indonesia Business Unit, Baik In Hyun, mengatakan  produk toksin botulinum, harus disimpan dan didistribusikan berdasarkan sistem rantai dingin (cold chain) berteknologi tinggi yang menjaga suhu stabil antara 2–8°C.

"Untuk ekspor ke Indonesia, Daewoong menggunakan strategi rantai dingin berbasis pengiriman udara yang dirancang secara cermat untuk memastikan stabilitas suhu yang jauh lebih konsisten dibandingkan transportasi laut jangka panjang," katanya dalam acara yang sama.

Ditambahkan oleh dr.Anesia, zat biologis seperti toksin botulinum dapat kehilangan efektivitas dan keamanannya ketika rantai dingin terputus.

"Apa yang terjadi kalau berubah produknya, atau lingkungannya itu tidak sesuai dengan seharusnya? Yang paling gampang efektivitasnya turun. Karena toksin ini protein, jika enggak sesuai suhunya, proteinnya degradasi," katanya.

Produk toksin yang sudah terdegradasi akan turun efektivitasnya sehingga pasien tidak mendapatkan hasil yang diinginkan.

"Kalau dokter atau klinik berani pakai produk yang ilegal itu sama saja membahayakan pasien," katanya.

Lebih dari itu, produk toksin yang tidak terjamin keamanannya itu juga bisa menimbulkan efek samping berupa wajah tidak simetris, alergi, atau infeksi yang butuh pengobatan panjang.

Dalam segala situasi, KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih dari lapangan. Ikuti terus update topik ini dan notifikasi penting di Aplikasi KOMPAS.com.