Fakta-fakta Ledakan Mobil di India, Terungkap Dugaan Pelaku dan Rencana Besarnya

Ledakan mobil mengguncang pusat Kota New Delhi India, Kronologi Perjalanan Mobil Sebelum Ledakan, Ledakan Berkekuatan Tinggi dan Dugaan Bahan Militer, “Modul Dokter” dan Keterlibatan Jaringan Teroris, Terduga pelaku ledakan bom bunuh diri di New Delhi, India, Motif dan Rencana di Balik Ledakan
Ledakan mobil mengguncang pusat Kota New Delhi India

Sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan bersejarah Red Fort, New Delhi, pada Senin 10 November 2025 malam waktu setempat, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai belasan lainnya.

Insiden yang terjadi sekitar pukul 18.52 waktu setempat itu kini resmi dikategorikan sebagai serangan teroris berdasarkan Unlawful Activities Prevention Act (UAPA). Penyelidikan awal menelusuri keterlibatan jaringan militan Jaish-e-Mohammed (JeM), dengan dugaan pelaku utama adalah seorang dokter muda yang telah teradikalisasi.

Kronologi Perjalanan Mobil Sebelum Ledakan

Berdasarkan hasil analisis lebih dari seribu rekaman CCTV di sepanjang jalur perjalanan, mobil Hyundai i20 tersebut mulai bergerak sejak pagi hari dari Faridabad. 

Sekitar pukul 07.30, mobil terlihat di depan sebuah rumah sakit sebelum melintasi Badarpur menuju Delhi. Pengemudi—yang diidentifikasi sebagai Dr. Umar Un Nabi, 29 tahun—terekam berhenti di sebuah SPBU dengan wajah tertutup masker.

Menjelang siang, mobil itu berputar-putar di kawasan padat Connaught Place selama hampir satu jam, diduga untuk mengamati pola lalu lintas. Sekitar pukul 15.15, kendaraan tersebut parkir di dekat Masjid Sunehri, Chandni Chowk, dan tetap di sana selama hampir tiga jam. 

Beberapa menit sebelum ledakan, mobil bergerak ke arah Red Fort Metro Station, berhenti di Gerbang No. 1, dan kemudian meledak hebat pada pukul 18.52.

Ledakan Berkekuatan Tinggi dan Dugaan Bahan Militer

Tim forensik nasional India (NSG) menemukan indikasi kuat bahwa ledakan disebabkan oleh bahan peledak berkualitas militer, kemungkinan melibatkan PETN, Semtex, atau RDX. 

Para ahli juga meneliti kemungkinan campuran amonium nitrat dan bahan bakar minyak, yang umum digunakan dalam industri namun bisa berfungsi mematikan jika dirakit sebagai bom rakitan.

Sebanyak 42 sampel dikumpulkan, termasuk komponen mobil, tabung CNG, dan residu ledakan, guna menentukan jenis bahan peledak dan mekanisme pemicunya. 

Diduga kuat perangkat pemicu menggunakan pengatur waktu berbasis jam tangan dengan baterai mini. Meski demikian, beberapa penyidik berpendapat perangkat tersebut tampak dirakit secara tergesa-gesa, sementara yang lain menilai pola parkir dan waktu ledakan menunjukkan rencana yang matang dan terukur.

“Modul Dokter” dan Keterlibatan Jaringan Teroris

Terduga pelaku ledakan bom bunuh diri di New Delhi, India

Identitas pengemudi, Dr. Umar Un Nabi, kini menjadi fokus utama penyelidikan. Ia merupakan mantan mahasiswa berprestasi di Government Medical College, Srinagar, dan sempat mengajar di Universitas Al-Falah, Faridabad. 

Hanya sebagian tubuh yang diduga miliknya ditemukan di lokasi kejadian, dan otoritas masih menunggu hasil tes DNA untuk konfirmasi.

Polisi Delhi menduga ledakan ini merupakan bagian dari jaringan “modul dokter” yang berafiliasi dengan JeM. Modul ini diyakini terdiri atas sekelompok tenaga medis muda yang mengajar di universitas, namun diduga menjalankan aktivitas teror secara diam-diam. 

Jejak digital dan komunikasi yang ditelusuri menunjukkan adanya koordinasi lintas negara dengan pihak-pihak di Turki dan Nangarhar, Afghanistan.

Motif dan Rencana di Balik Ledakan

Menurut laporan intelijen awal, aksi ini disebut terkait dengan “Operasi Sindoor”, yang merupakan upaya balasan terhadap serangan terhadap markas JeM di Bahawalpur, Pakistan. Meski demikian, motif pasti insiden ini masih menjadi perdebatan.

Sebagian pihak meyakini Umar bertindak panik setelah penangkapan salah satu rekan dekatnya, Dr. Muzammil, di Faridabad, dan berusaha melarikan diri dengan mobil bermuatan bahan peledak. 

Namun, hipotesis lain menyebutkan bahwa waktu, rute, dan lokasi ledakan menunjukkan perencanaan matang dan pelaksanaan terkoordinasi.

“Bukti yang lebih kuat diperlukan untuk mencapai kesimpulan akhir. Penyelidikan masih dalam tahap awal, namun semua indikasi mengarah pada jaringan teroris lintas wilayah," kata Seorang pejabat senior Delhi Police, melansir The Times of India, Kamis 13 November 2025.

Hingga kini, otoritas India memperketat keamanan di sekitar monumen nasional dan area publik utama di New Delhi. Penyelidikan intensif terus dilakukan, dengan fokus pada keterlibatan jaringan JeM serta kemungkinan adanya pelaku lain yang masih buron.