Shell Naksir Garap 5 Blok Migas di Tanah Air, SKK Migas Kasih Bocorannya

Ilustrasi Shell
Ilustrasi Shell

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto mengungkapkan, perusahaan migas raksasa dunia yakni Shell, telah mengajukan proposal untuk melakukan joint study atau studi bersama di 5 wilayah kerja (WK) migas Indonesia.

"Top! Dia (Shell) sudah join (gabung) bersama KUFPEC (Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company) 50:50, sudah mengajukan proposal ke Dirjen Migas," kata Djoko di kawasan DPR RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 11 November 2025.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, 9 April 2025

Mitra Shell, yakni KUFPEC, merupakan perusahaan hulu migas internasional yang bergerak di bidang eksplorasi, pengembangan, dan produksi minyak mentah dan gas alam di luar wilayah Negara Kuwait. KUFPEC merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Kuwait Petroleum Corporation.

Djoko mengungkapkan, melalui kerja samanya dengan KUFPEC, Shell sudah mengajukan permohonan untuk melakukan joint study di 2 WK offshore (lepas pantai) dan 3 WK onshore (darat), kepada Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman.

Saat ini, Djoksis mengatakan bahwa Kementerian ESDM masih melakukan evaluasi terhadap proposal tersebut.

"Ini sedang dievaluasi oleh Dirjen Migas," ujarnya.

Senada, sebelumnya Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, juga telah menyampaikan bahwa pihaknya sudah menerima proposal yang diajukan Shell tersebut. Dia mengatakan, proposal Shell itu akan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelum diumumkan kepada publik.

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman

Dirjen Migas Kementerian ESDM, Laode Sulaeman

“Setiap joint study harus kami konsultasikan dulu agar kami mendapatkan gambaran yang utuh joint study-nya seperti apa, goals-nya nanti seperti apa, dan peluang-peluangnya nanti seperti apa,” ujar Laode.

Pemerintah menawarkan lebih dari 5 WK kepada Shell, lalu Shell menyatakan ketertarikan terhadap 5 WK. Namun, Laode mengaku belum bisa mengungkapkan WK mana saja yang menarik minat Shell.

Dia hanya memastikan bahwa saat ini Shell sudah menunjukkan minatnya, dan akan masuk di tahapan yang sangat awal yakni joint study. Dengan demikian, proposal tersebut jelas menunjukkan minat Shell untuk kembali ke industri hulu migas Indonesia.

“Mereka (Shell) akan masuk di tahapan yang sangat awal, yaitu joint study. Mereka sudah menyatakan minat untuk 5 WK,” ujarnya.