BYD Tuai Hasil Manis Dalam Percepatan NEV di Tanah Air

BYD menjadi salah satu manufaktur New Energy Vehicle (NEV) yang menuai hasil positif di 2025. Sebab mereka sukses mencetak rekor dengan memproduksi 15 juta mobil.

Sebuah pencapaian yang mencerminkan pertumbuhan, dibangun secara konsisten dari waktu ke waktu.

Momentum ini diperkuat dengan penjualan global yang menembus lebih dari 4,6 juta NEV. Lalu penjualan ekspor untuk pertama kalinya melampaui satu juta unit dalam satu tahun.

Dari jumlah di atas, unit tersebut tersebar di lebih dari 119 negara dan wilayah di berbagai belahan dunia.

BYD

Hal ini menjadi sebuah refleksi dari kepercayaan pasar internasional, terhadap teknologi yang diusung BYD.

Capaian tersebut mengukuhkan BYD sebagai Global Sales Champion di segmen NEV. Sekaligus mencerminkan kedalaman industri, konsistensi kualitas dan kepemimpinan teknologi BYD.

Seluruh pencapaian ini didukung oleh lebih dari 123 ribu insinyur serta tenaga riset di seluruh dunia, menjadi fondasi inovasi BYD dalam mengembangkan mobil listrik secara berkelanjutan.

Melalui pendekatan ini, pertumbuhan BYD tidak hanya mendorong kemajuan industri otomotif, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pengurangan emisi.

Kemudian mempercepat transisi menuju mobilitas yang lebih bersih dan berkelanjutan.

"Tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi BYD secara global, mencerminkan kematangan strategi yang berangkat dari pengembangan teknologi inti secara berkelanjutan," ungkap Eagle Zhao, Presiden Direktur BYD Motor Indonesia.

Sebagai informasi, momentum global tersebut juga tercermin di Indonesia. Sepanjang tahun lalu, pasar kendaraan listrik nasional mengalami percepatan signifikan.

Pangsa EV meningkat hingga sekitar 13 persen, hampir empat kali lipat dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Perkembangan ini menandai fase penting dalam industri otomotif nasional, di mana kendaraan listrik mulai memainkan peran yang semakin strategis.

"Penguasaan teknologi inti dan integrasi sistem dari hulu ke hilir, mulai dari platform kendaraan, sistem penggerak hingga manufaktur, menjadi dasar BYD dalam menghadirkan kendaraan listrik yang aman, andal dan siap digunakan di pasar internasional termasuk pasar Indonesia," tutur Eagle.

Di tengah pertumbuhan pasar tersebut, BYD mencatatkan kinerja yang kuat di Indonesia. Sepanjang 2025, mereka membukukan penjualan lebih dari 54 ribu unit.

Angka di atas mengantarkan BYD Indonesia, menguasai sekitar 52 persen pangsa pasar EV nasional.

Menempatkan BYD kembali menjadi merek kendaraan listrik nomor satu di Tanah Air, dengan portofolio produk terlengkap yang mencakup hampir seluruh segmen pasar.

BYD

Kontribusi BYD juga terlihat pada puncak momentum pasar di kuartal empat 2025, ketika penjualan EV nasional melampaui 13 ribu unit per bulan.

Selanjutnya pangsa EV mencapai 18 persen, didorong oleh performa kuat model-model EV BYD yang sesuai dengan kebutuhan serta preferensi pasar Indonesia.

"Melalui partisipasi di IIMS 2026, BYD membawa inovasi teknologi global tersebut ke Indonesia sebagai bagian dari perluasan kehadiran BYD dalam roadmap teknologi perusahaan," tutup Eagle.