Pemerintah Sudah Putuskan UMP 2026, Airlangga Kasih Bocorannya
Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, pemerintah telah menyelesaikan pembahasan Upah Minimum Provinsi alias UMP tahun 2026.
Dia mengatakan, formula perhitungan yang digunakan untuk menentukan UMP 2026 masih sama dengan tahun sebelumnya.
Namun, Airlangga menyebut bahwa terdapat perubahan pada alpha atau indeks tertentu, yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi.
"(Perhitungan) UMP sudah selesai, formulanya sama. Indeksnya sudah ada, indeksnya berbeda," kata Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Jumat, 28 November 2025.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto
"Nanti akan diumumkan pada waktunya, sekarang sedang sosialisasi," ujarnya.
Airlangga menambahkan, hal yang dijadikan acuan perhitungan UMP 2026 di antaranya yakni dengan memperhitungkan perkembangan ekonomi dan indeks kebutuhan hidup layak (KHL), sebagaimana yang kriteria yang ditetapkan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO).
"Acuannya kan perkembangan perekonomian, kemudian indeks dari kehidupan layak berdasarkan kriteria ILO," ujarnya.
Diketahui, sebelumnya Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja (PHI JSK) Kemenaker, Indah Anggoro Putri menjelaskan, akan ada perubahan pada alpha atau indeks tertentu yang menggambarkan kontribusi tenaga kerja terhadap pertumbuhan ekonomi. Jika sebelumnya nilai alpha adalah 0,10 sampai dengan 0,30, maka ke depannya akan diperluas atau ditambah.
Meski demikian, Indah belum mau membocorkan berapa kenaikan alpha yang dimaksud, dan hanya menyebut akan ada penyesuaian yang mempertimbangkan kebutuhan hidup layak (KHL). Namun, ia memasukkan variabel dan rumusan penetapan UMP sama dengan regulasi sebelumnya.
"Rumusnya sama, variabel-variabel dalam rumus sama, hanya saja kata MK alpha-nya yang harus ada adjustment sedikit. Apa adjustment? Yaitu pemerintah harus mempertimbangkan KHL. Nah di situlah bedanya dengan penetapan upah yang sebelumnya," ujarnya.