Sempat Diragukan Masyarakat, BI Sebut Transaksi QRIS Kini Tembus Rp 1,9 Kuadriliun

Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta.
Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Filianingsih Hendarta alias Fili melaporkan, saat ini total jumlah pengguna QR Indonesia Standards alias QRIS sudah mencapai 58 juta pengguna, dengan total nilai transaksi mencapai Rp 1,9 kuadriliun.

Dia menegaskan, dengan total 41 merchant yang tercatat sampai dengan kuartal III-2025, QRIS telah menjadi sebuah game changer di sektor keuangan digital Tanah Air.

"Dan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar pembayaran digital terbesar di kawasan," kata Fili di acara Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) dan Indonesia Fintech Summit & Expo (IFSE) 2025, di kawasan Senayan, Jakarta Pusat, Jumat, 31 Oktober 2025.

Filianingsih Hendarta.

Meski awalnya sistem pembayaran digital ini banyak diragukan oleh masyarakat, namun Fili mengakui bahwa perkembangan QRIS sampai saat ini justru semakin pesat.

"Dari yang awalnya orang-orang tidak percaya dan enggan menggunakan QRIS, saat ini semua justru berpartisipasi menggunakan QRIS tersebut," ujarnya.

Seiring dengan perkembangannya sampai hari ini, Fili memastikan bahwa QRIS akhirnya berhasil diterima dan dipercaya oleh masyarakat, bahkan mencetak nilai transaksi hingga jumlah kuadriliun rupiah. Terlebih, saat ini adopsinya bahkan sudah ke negara lain, seperti misalnya Malaysia, Singapura, Thailand, Jepang, dan akan menyusul Korea Selatan.

Dia mengungkapkan, kunci dari jumlah pengguna dan nilai transaksi yang fantastis itu terletak pada apek kepercayaan masyarakat yang terus meningkat. Seiring dengan transformasi digital di sektor pembayaran yang juga sudah semakin dipercaya oleh masyarakat, maka volume dan nilai transaksi QRIS pun juga kedepannya juga akan semakin meningkat pesat.

"Jadi transformasi digital kita memang sudah sejak lama kita lakukan. Dari yang tidak percaya, orang enggan menggunakan QRIS atau BI FAST, saat ini semua sudah berpartisipasi menggunakan QRIS. Nah, itu artinya kan sudah ada trust," kata Fili.

Namun, Fili juga berpesan agar kepercayaan masyarakat itu selalu dijaga, utamanya di era saat ini yang makin dipenuhi dengan berbagai tantangan serangan siber. Sehingga, Bank Indonesia pun terus mendorong adanya sinergi, inovasi, dan kolaborasi dalam keamanan sistem pembayaran digital, guna memitigasi tantangan serangan siber tersebut.

"Melalui BSPI 2030, Bank Indonesia hadir dan mencoba menjawab tantangan tersebut dengan mendorong sinergi, inovasi, kolaborasi dan keamanan sistem pembayaran," ujarnya.