Belum Genap Setahun! Transaksi QRIS Tap Melejit Tembus Rp13,8 Miliar
Pembayaran digital semakin diminati masyarakat Tanah Air. Tercermin dari nilai transaksi fantastis Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) tanpa pindai atau QRIS Tap mencapai Rp 13,8 miliar sejak diluncurkan pertama kali pada bulan Maret 2025.
Dalam Rapat Dewan Gubernur BI, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta, menyampaikan frekuensi QRIS Tap membukukan 252 ribu transaksi selama kurang lebih delapan bulan sejak pertama kali diluncurkan oleh Gubernur BI Perry Warjiyo. Kinerja positif juga tercermin dari jumlah merchant atau pedagang yang bisa menerima QRIS Tap mencapai 1,1 juta merchant.
Filianingsih menambahkan, bank sentral akan terus mengembangkan fitur QRIS Tap in, Tap out setelah peluncuran. Salah satunya dengan memperluas implementasi QRIS Tap di sektor transportasi dan akan diberlakukan seluruh gate melihat antusiame masyarakat yang tinggi.
"Kami akan terus meningkatkan (implementasi QRIS Tap). Animo masyarakat itu cukup besar menggunakan QRIS Tap," ujarnya di Jakarta, dikutip Kamis, 20 November 2025.
Ilustrasi bayar pakai QRIS Tap
Tidak hanya itu, kata Filianingsih, penggunaan juga akan diperluas untuk beragam jenis moda transportasi dan layanan publik di berbagai wilayah Indonesia. Perluasan juga akan menjangkau sektor retail.
"Perluasan di mall dan pasar agar siap QRIS Tap. Jadi di berbagai daerah," lanjut Filianingsih.
QRIS Tap sudah bisa diimplementasikan di sektor transportasi di 14 provinsi di Indonesia. Mulai dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Riau, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Bali.
Lebih jauh, Filianingsih menjelaskan terkait QRIS cross-border sebagai pembayaran digital lintas negara menunjukkan perkembangan yang positif, baik inbound maupun outbound. BI terus mengembangkan kerja sama QRIS cross-border dengan berbagai negara, terbaru adalah pengembangan sandbox QRIS cross-border dengan Korea Selatan.
Sejalan nilai transaksi QRIS Tap, Perry melaporkan kinerja transaksi ekonomi dan keuangan digital pada Oktober 2025 yang tetap tumbuh positif. Kinerja positid didukung oleh sistem pembayaran yang aman, lancar, dan andal.
Sepanjang Oktober 2025, volume transaksi pembayaran digital mencapai 4,45 miliar transaksi atau tumbuh 31,20 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini disokong perluasan akseptasi pembayaran digital.
Volume transaksi aplikasi mobile dan internet menunjukkan kenaikan secara tahunan, masing-masing sebesar 2,91 persen dan 12,03 persen. Jumlah ini termasuk transaksi QRIS yang tumbuh 139,45 persen.
"Stabilitas sistem pembayaran tetap terjaga, ditopang oleh infrastruktur yang stabil dan struktur industri yang sehat," tutur Perry. (Ant)