Slot Terancam Dipecat Liverpool Usai Dibantai Crystal Palace?

Manajer Liverpool, Arne Slot
Manajer Liverpool, Arne Slot

 Pelatih Liverpool, Arne Slot, masih mendapat kepercayaan penuh dari manajemen klub meski The Reds baru saja tersingkir dari Carabao Cup.

Liverpool menelan kekalahan telak 0–3 dari Crystal Palace di Anfield, Rabu malam, yang menjadi kekalahan keenam mereka dalam tujuh laga terakhir. Ironisnya, dua di antaranya terjadi saat menghadapi tim yang sama, Palace.

Padahal, Slot sempat membawa Liverpool menjuarai Premier League di musim debutnya setelah menggantikan Jurgen Klopp. Namun performa gemilang di awal musim ini mendadak merosot tajam.

The Reds yang semula tampil sempurna dengan tujuh kemenangan beruntun di semua ajang, kini justru terpuruk di peringkat ketujuh klasemen liga dan sudah tersingkir dari Carabao Cup.

Meski begitu, pihak klub dikabarkan tetap tenang menghadapi situasi ini. Slot masih mendapat dukungan penuh dari para petinggi Liverpool yang menilai masa sulit ini sebagai bagian dari proses adaptasi.

Keterpurukan Liverpool membuat sebagian fans mulai berspekulasi tentang kemungkinan kembalinya Jurgen Klopp ke Anfield.

Mantan pelatih karismatik asal Jerman itu meninggalkan klub pada 2024 karena kelelahan, namun sempat memberi sinyal bahwa ia tak menutup pintu sepenuhnya.

Dalam sebuah wawancara di podcast The Diary of a CEO bulan Oktober lalu, Klopp mengatakan,

“Saya pernah bilang tak akan melatih klub lain di Inggris. Jadi kalau pun saya kembali, itu hanya mungkin di Liverpool. Secara teori, itu masih bisa terjadi.”

Arne Slot sendiri menyadari tekanan besar yang sedang ia hadapi usai kekalahan memalukan di kandang sendiri.

“Kalau kamu berada dalam tren hasil seperti ini dan melatih Liverpool, tekanan itu pasti ada,” ujar Slot seusai laga di Anfield.

“Tapi saya rasa kekalahan kali ini tidak banyak mengubah situasi. Banyak faktor yang membuat kami kalah, tapi itu bukan alasan untuk kehilangan begitu banyak laga.”

Slot juga menyoroti jadwal padat yang menurutnya cukup memengaruhi performa tim.

“Kami sering bermain dengan jeda hanya dua hari dan harus tandang ke luar kota. Itu jelas tak membantu,” tambahnya.

Dalam laga kontra Crystal Palace, Slot menurunkan sejumlah pemain pelapis dan hanya menyertakan pemain akademi di bangku cadangan. Keputusan itu memunculkan pertanyaan soal prioritas Liverpool di ajang piala domestik.

Namun Slot menegaskan bahwa rotasi tersebut bukan bentuk meremehkan kompetisi.

“Kekalahan selalu menyakitkan, apalagi jika membuat kami tersingkir dari turnamen. Tapi ini rotasi yang sama seperti yang saya lakukan musim lalu di fase yang sama,” tegasnya.