Dari Manual ke Digital: Transformasi Kesehatan Dimulai dari Tempat Tidur

Ultra-Premium Smart ICU Bed with 7 Motors – Linet Multicare D.
Ultra-Premium Smart ICU Bed with 7 Motors – Linet Multicare D.

Kolaborasi ini juga diharapkan mempercepat transfer teknologi kepada tenaga kerja Indonesia sekaligus meningkatkan kapasitas produksi alat kesehatan berteknologi tinggi di dalam negeri.

Di sisi lain, kemitraan tersebut mendorong Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN sesuai target pemerintah 60 persen pada 2025–2030, serta mendukung pemerataan akses dan ketersediaan alat kesehatan bagi rumah sakit di seluruh Indonesia.

Sejalan dengan tujuan tersebut, wujud implementasinya tampak pada desain perangkat inti perawatan — rangkaian tempat tidur premium Linet yang diproduksi di Indonesia.

Untuk menopang transformasi smart hospital, perangkat ini tidak hanya kuat secara mekanik, tetapi juga pintar secara klinis. Rangkaian tersebut dirancang untuk:

Pertama, meningkatkan keselamatan pasien, termasuk dukungan pencegahan jatuh dan luka tekan melalui fitur pemantauan dan pengingat reposisi yang membantu perawat merespons lebih cepat.

Kedua, mengoptimalkan ergonomi dan alur kerja, sehingga proses perawatan lebih efisien dan mengurangi kelelahan tenaga kesehatan.

Ketiga, mendukung konektivitas data sebagai fondasi integrasi ke sistem informasi rumah sakit, menuju layanan yang lebih aman, efisien, dan berbasis data.

Direktur Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, Lucia Rizka Andalusia, menyambut baik kerja sama antara DV Medika dan Linet yang selaras dengan arah kebijakan pemerintah dalam memperkuat kemandirian dan ketahanan nasional di bidang alat kesehatan.

Ia menegaskan bahwa produksi lokal perangkat berteknologi tinggi seperti tempat tidur perawatan premium merupakan implementasi Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2022 tentang percepatan penggunaan produk dalam negeri.

Kerja sama tersebut tidak hanya dapat memperkuat kapasitas produksi nasional, tetapi juga diharapkan dapat mendorong alih teknologi dan peningkatan nilai Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN.

“Upaya seperti ini penting untuk memastikan keberlanjutan ekosistem industri alat kesehatan di Indonesia agar lebih mandiri, berdaya saing global, dan mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat dengan lebih cepat dan efisien,” ungkap Lucia.