Tretan Muslim Tanya ke Ustaz, Gimana Hukumnya Pendakwah Jual Air Doa ke Jamaah?

Tretan Muslim
Tretan Muslim

 Perbincangan hangat terjadi antara komika Tretan Muslim dan pendakwah Ustaz Jojo Ali Yusuf saat keduanya menyinggung praktik penjualan “air doa” yang kerap menimbulkan kontroversi di masyarakat.

Dalam video yang diunggah di kanal YouTube Tretan Universe, Tretan menyoroti fenomena sejumlah oknum pemuka agama yang dianggap mencari keuntungan pribadi dengan dalih menjual amalan keagamaan. Scroll untuk tahu cerita lengkapnya, yuk!

“Ada orang-orang yang, ustaz-ustaz mungkin, yang mencari uang lewat agama. Ada video ini, seperti ibu-ibu sholawatan, terus nerima-nerima duit, terus jual air doa. Nah, itu kan ada pandangan masyarakat bahwa, 'Lah, kan kayanya dari umat, sedangkan umatmu miskin'. Dianggap dia menjual agama. Nah, kalau menurut sampean, bagaimana itu?” tanya Tretan, dikutip Rabu 22 Oktober 2025. 

Menanggapi pertanyaan itu, Ustaz Jojo menjelaskan bahwa praktik menggunakan air sebagai media doa sebenarnya memiliki dasar dalam ajaran Islam dan termasuk sunah.

“Lagi-lagi, itu lebih ke budaya. Jadi, kalau air doa itu, itu sunah, Nabi pernah,” ujarnya.

Ia juga memaparkan bahwa para sahabat Nabi Muhammad SAW sering melakukan hal serupa sebagai bentuk pengobatan spiritual.

“Sunahnya itu, sahabat-sahabat Nabi sering menggunakan media air, minta doa, ditiup, itu benar, sunah,” lanjutnya.

Ustaz Jojo kemudian mengisahkan sebuah riwayat tentang seorang sahabat yang menyembuhkan kepala kaum dengan membaca surat Al-Fatihah tujuh kali hingga diberi upah seekor kambing.

“Jampi-jampiin orang pakai Al-Fatihah tujuh kali, terus akhirnya orang itu sembuh, kepala kaum itu, terus dikasih bayaran satu ekor kambing. Dan bagian pahanya dikasih ke Nabi," paparnya.

Menurutnya, kisah tersebut menjadi dasar diperbolehkannya menerima imbalan atas doa atau pengobatan dengan cara yang sesuai tuntunan Rasulullah SAW.

"Dan Rasulullah senyum, berarti itu tandanya ikrar Nabi yang membolehkan kamu seperti itu," tutur Ustaz Jojo.

Namun, pendakwah yang juga dikenal sebagai Ustaz Grind Boys itu menegaskan bahwa hal tersebut tidak boleh dijadikan ladang komersial yang berlebihan.

"Saya nggak anti, tapi kalau misalkan sampai orang memonetisasi itu, itu jelas (keliru)," tegasnya.

Ia pun menilai bahwa tindakan menjual “air doa” secara masif untuk mencari keuntungan justru bisa mencoreng citra Islam di mata publik.

"Maksud saya, itu jadi mencoreng agama. Sejujurnya, iya. Jadi malu lah kita agama Islam dilihat sama agama lain. Kok udah jauh banget dari ajarannya Nabi gitu, sampai jual-jual air kayak gitu," pungkasnya.