Bahlil: Lifting Minyak di September-Oktober Berhasil Lampaui Target APBN 2025

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, HIPMI-Danantara Business Forum 2025
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, HIPMI-Danantara Business Forum 2025

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menyampaikan, lifting minyak pada Bulan September-Oktober telah berhasil melampaui target dari APBN 2025.

Hal itu diungkapkannya di acara 'HIPMI-Danantara Business Forum 2025', yang digelar di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat.

"Alhamdulillah per hari ini lifting kita di bulan September-Oktober itu sudah mencapai 619.000 barel per hari. Dan rata-rata dari Januari sampai Oktober sudah mencapai 605.000 - 607.000 barel per hari. Jadi sudah melampaui target dari APBN 2025 yakni 605.000 barel per hari," kata Bahlil, Senin, 20 Oktober 2025.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, HIPMI-Danantara Business Forum 2025

Dia mengatakan, upaya peningkatan lifting minyak tersebut merupakan perintah dari Presiden RI Prabowo Subianto.

"Presiden memerintahkan kepada saya untuk menaikkan lifting. Harus mencapai target," ujarnya.

Sebagai informasi, Bahlil sebelumnya mengatakan bahwa pemerintah telah membidik agar Indonesia bisa mencapai 80 persen dari target kemandirian energi pada 2029.

“Kami mau dorong peningkatan lifting, juga memakai semua energi yang ada di kekayaan di negara kita. Insya Allah, 2029–2030 minimal 80 persen kemandirian energi dapat kita wujudkan,” kata Bahlil.

Karenanya, untuk mewujudkan target tersebut, pemerintah tidak bersandar sepenuhnya terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan akan berkolaborasi dengan swasta maupun BUMN.

Alasan dari APBN tidak dibebankan, sebab terdapat berbagai program prioritas pemerintah yang membutuhkan anggaran dari APBN, seperti Makan Bergizi Gratis, sekolah rakyat, dan lain-lain.

Adapun langkah-langkah yang sudah ditempuh oleh pemerintah untuk mewujudkan kemandirian energi tersebut, yakni menggunakan biodiesel 40 (B40) atau campuran crude palm oil (CPO) sebesar 40 persen dan solar 60 persen.

Langkah penggunaan biodiesel tersebut bertujuan untuk mengurangi impor solar. Pada 2026, pemerintah berencana untuk meningkatkan campuran CPO menjadi 45 atau 50 persen, sehingga menjadi B45 atau B50.

Tak hanya melalui biodiesel, Bahlil juga menyampaikan bahwa pemerintah sedang mengkaji penerapan E10 atau bioetanol dengan campuran etanol sebesar 10 persen di BBM. Langkah tersebut bertujuan untuk menekan impor BBM.