Komdigi Lampaui Target: Realisasi PNBP Rp29,3 T di 2025
- Realisasi PNBP 2025 Komdigi menembus angka Rp29,30 triliun, melampaui target yang ditetapkan sebesar Rp25,25 triliun.
- Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital menyumbang kontribusi terbesar dengan Realisasi PNBP mencapai Rp22,89 triliun.
- Realisasi anggaran secara keseluruhan mencapai 94,9%, bahkan setelah memperhitungkan dana pembangunan Pusat Data Nasional (PDN).
Mengurai Realisasi PNBP Komdigi: Ditjen Infrastruktur Jadi Motor Utama
Sementara itu, Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenkomdigi (BPSDM) menunjukkan persentase realisasi tertinggi. BPSDM berhasil merealisasikan PNBP sebesar Rp4,86 triliun, jauh di atas target Rp3,65 triliun, menghasilkan kenaikan 133,19%.
Kontribusi Direktorat Lainnya terhadap PNBP
Unit pendukung lain juga mencatatkan angka pemasukan. Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) membukukan Rp870,38 juta. Selanjutnya, Sekretariat Jenderal (Setjen) mencatat Rp890,76 juta, dan Inspektorat Jenderal (Itjen) sebesar Rp32,26 juta.
Capaian Anggaran dan Dampak Perubahan Nomenklatur
Menkomdigi juga merinci pelaksanaan anggaran Komdigi hingga 31 Desember 2025. Total pagu anggaran eksisting kementerian tercatat sebesar Rp12,67 triliun. Setelah dikurangi pagu blokir sebesar Rp1,5 triliun, pagu yang tersedia mencapai Rp11,4 triliun.
Realisasi anggaran secara keseluruhan mencapai Rp10,58 triliun. Angka ini setara dengan 94,9% dari pagu yang tersedia setelah blokir. Komdigi telah menghitung pembayaran termin terakhir pembangunan Pusat Data Nasional (PDN) dalam realisasi ini. Pembayaran PDN ini masih menunggu proses penerbitan surat perintah dari Kementerian Keuangan untuk pinjaman atau hibah luar negeri senilai EUR16,3 juta (sekitar Rp315 miliar).
Perubahan nomenklatur dari Kominfo menjadi Komdigi juga sedikit memengaruhi penyerapan anggaran tahun 2025. Perubahan ini baru efektif dilaksanakan pada awal Agustus 2025.
Komitmen Tata Kelola Anggaran Komdigi Tahun Berikutnya
Komdigi menegaskan bahwa mereka menerapkan prinsip kehati-hatian dan akuntabilitas tinggi dalam pelaksanaan kegiatan di periode anggaran tersebut. Meskipun menghadapi tantangan, kementerian tetap berhasil mencapai efisiensi yang tinggi.
Komdigi berkomitmen penuh untuk terus meningkatkan tata kelola di tahun 2026. Prioritas utama mereka adalah mengukur capaian kinerja anggaran yang betul-betul memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas. Menkomdigi menekankan bahwa realisasi anggaran harus selalu sejalan dengan manfaat publik yang optimal.