Menkeu: Jangan Takut sama AI, Pekerjaan Kalian Aman tapi Harus Upgrade Diri
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan warganya yang didominasi populasi muda dan melek teknologi — dengan 70 persen berusia di bawah 35 tahun — merupakan aset strategis.
Mengenai sumber daya manusia (SDM), fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi adalah keterampilan kunci bagi generasi mendatang.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan (Menkeu) Arab Saudi Mohammed Al-Jadaan.
"Tidak perlu khawatir jurusan apa yang diambil saat kuliah karena, yang terpenting, upgrade kemampuan untuk beradaptasi dengan perubahan. Jadi tidak harus berpendidikan AI (kecerdasan buatan) untuk menggunakannya sebagai alat," katanya, seperti dikutip VIVA dari Saudi Gazette, Senin, 20 Oktober 2025.
Terkait teknologi, menkeu mengatakan pemerintah akan fokus pada bidang-bidang spesifik dimana mereka memiliki keunggulan kompetitif alih-alih 'menumpang pada sensasi' AI.
"Beberapa negara mencoba melakukan segalanya dengan AI. Itu sangat berisiko. Kita perlu selektif tentang bagian mana dari rantai nilai AI yang kita kuasai dan memaksimalkannya. Itulah yang sedang kita lakukan," tegas menkeu.
Mengenai kebijakan fiskal, Al-Jadaan mengatakan strategi utang Arab Saudi masih konservatif. Rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) termasuk yang terendah di antara negara-negara G20.
"Jika kami memilih surplus anggaran, kami bisa melakukannya. Defisit terjadi karena pilihan kebijakan, yaitu meminjam untuk dibelanjakan pada strategi dan program yang menciptakan produktivitas, lapangan kerja, dan peluang bisnis," paparnya.
Ia menekankan bahwa kunci pinjaman berkelanjutan terletak pada produktivitas. "Saat Anda meminjam, pastikan pinjaman tersebut diarahkan ke aset produktif yang memberikan imbal hasil tidak hanya saat ini tetapi juga untuk generasi mendatang," ungkap menkeu.
Al-Jadaan juga menanggapi pertanyaan tentang ambang batas utang di masa mendatang, dengan mengatakan bahwa Arab Saudi kemungkinan besar tidak akan mencapai rasio utang terhadap PDB sebesar 50 persen.
"Andai kata kita mencapai 50 persen pun, yang kemungkinannya kecil, letak masalahnya bukan pada angka melainkan ke mana uang itu pergi. Jika dibelanjakan untuk infrastruktur utama dan sumber daya manusia (SDM), itu investasi. Pengeluaran untuk SDM saja menghasilkan sembilan kali lipat investasi dalam satu generasi," tegasnya.